banner 728x250

Di Hadapan Calon Perwira, Sjafrie Menghidupkan Kembali Semangat Generasi 45

JAKARTA |BELUPOS.Com-Di sebuah ruangan di Markas Besar TNI, Jakarta, Rabu (15/7/2026), derap langkah para Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI dan Polri seakan membawa gema panjang perjalanan bangsa.

Mereka berdiri di ambang sebuah gerbang sejarah: dari taruna dan kadet menjadi pemimpin masa depan yang kelak memikul kehormatan negara di pundaknya.

Di hadapan para perwira muda itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan pembekalan yang bukan sekadar pesan seremonial, melainkan panggilan moral tentang arti pengabdian dan kepemimpinan.

Suasana menjadi hening ketika Sjafrie mengingatkan pentingnya mewarisi semangat Generasi 45—generasi yang memperjuangkan kemerdekaan dengan keberanian, pengorbanan, dan keyakinan yang tak tergoyahkan terhadap masa depan Indonesia.

“Para calon perwira harus mewarisi semangat Generasi 45 dengan menjunjung tinggi patriotisme, nasionalisme, profesionalisme, dan integritas dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara,” pesan Sjafrie.

Bagi Sjafrie, tantangan yang akan dihadapi generasi perwira saat ini jauh berbeda dengan masa lalu. Dunia bergerak dalam kecepatan teknologi, dibayangi dinamika geopolitik, ancaman siber, hingga perang informasi yang tak lagi mengenal batas wilayah.

Karena itu, para Capaja dituntut tidak hanya cerdas secara akademik dan kuat secara fisik, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh, adaptif, serta berani mengambil keputusan dalam situasi yang kompleks.

“Di tengah perubahan zaman, seorang perwira harus unggul, tangguh, adaptif, berani mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan yang diambil.”

Lebih jauh, Menteri Pertahanan menekankan bahwa kepemimpinan sejati bukan sekadar tentang pangkat dan kewenangan, melainkan kemampuan memberi arah dan menumbuhkan kepercayaan.

Ia berpesan agar para calon perwira kelak menjadi pemimpin yang mampu menjaga kehormatan institusi serta menempatkan kepentingan bangsa di atas segala kepentingan lainnya.

“Jadilah pemimpin yang mampu memberi arah, membangun kepercayaan, menjaga kehormatan institusi, dan selalu menempatkan kepentingan bangsa serta negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.”

Pesan tersebut memiliki relevansi yang kuat di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman global dan kebutuhan akan institusi pertahanan serta keamanan yang semakin profesional. Dalam era ketika informasi dapat menjadi senjata dan ruang digital menjadi medan pertarungan baru, kualitas kepemimpinan para perwira muda akan menjadi salah satu penentu ketahanan nasional Indonesia di masa depan.

Pada bagian akhir pembekalannya, Sjafrie mengingatkan kembali fondasi utama pengabdian TNI dan Polri: kesetiaan kepada ideologi dan konstitusi negara.

“Loyalitas TNI dan Polri adalah kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan seluruh rakyat Indonesia.”

Di tengah derasnya perubahan zaman, pesan itu terdengar seperti gema yang melintasi generasi: bahwa seragam, pangkat, dan kekuasaan hanya akan bermakna apabila dibingkai oleh integritas dan pengabdian. Sebab pada akhirnya, seorang perwira tidak hanya dituntut mampu memimpin pasukan, tetapi juga menjaga cita-cita bangsa yang diperjuangkan dengan darah dan pengorbanan oleh para pendiri republik.

banner 325x300
Penulis: Redaksi Belupos.comEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *