TTU |BELUPOS.Com)- Matahari merayap perlahan di atas perbukitan Miomaffo Barat ketika langkah tegas Kolonel Inf Hendro Cahyono menjejak halaman Mako Satgas Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY. Dalam balutan seragam hijau khas TNI, Komandan Korem 161/Wira Sakti yang baru beberapa bulan dilantik itu hadir bukan sekadar dalam kapasitas komandan, tetapi sebagai sosok ayah bagi para prajurit yang menjaga tapal batas negeri.
Sambutan hangat datang dari Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho, Dansatgas Sektor Barat, bersama jajaran perwira staf. Di balik barisan tegap para prajurit, terselip antusiasme yang sederhana: kerinduan akan perhatian dan nasehat seorang pemimpin yang peduli.
Di hadapan mereka, suara Kolonel Hendro menggema tegas, namun terasa menenangkan. “Kalian adalah simbol keberanian dan ketahanan bangsa. Tugas ini bukan sekadar penugasan, tetapi sebuah kehormatan yang harus dijaga dengan segenap jiwa dan raga,” tuturnya, seolah menyalakan obor semangat di dada setiap prajurit.
Ia pun mengingatkan tentang arti kesetiaan menjelang purna tugas. “Kehormatan seorang prajurit adalah penugasan. Laksanakan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Ingatlah, kalian adalah harapan bangsa,” ujarnya lagi, matanya menyapu wajah-wajah muda yang tengah menanggung tugas berat di garis perbatasan RI–RDTL.
Kunjungan yang turut didampingi Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161, Ny. Kartika Hendro Cahyono, serta Dandim 1618/TTU Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto dan istri ini bukan hanya agenda kerja, melainkan sebuah pertemuan batin antara pemimpin dan anak buahnya. Ada rasa bangga, ada pula penegasan komitmen: bahwa TNI senantiasa hadir menjaga kedaulatan tanah air hingga titik batas terakhir.
Usai memberikan arahan, rombongan Danrem melanjutkan perjalanan menuju Kefamenanu, dengan agenda menyapa para prajurit Kodim 1605/Belu dan Kodim 1621/TTS. Namun, jejak kunjungan singkat itu telah meninggalkan kesan mendalam: bahwa di balik tugas keras di perbatasan, selalu ada pelukan moral yang menguatkan.















