Berita UtamaKesehatanLensa Perbatasanwarta Kota

Belu Hening Cipta untuk Korban Gempa Flores

72
×

Belu Hening Cipta untuk Korban Gempa Flores

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA |BELUPOS.COM — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Belu berlangsung khidmat di Lapangan Umum Simpang Lima Kota Atambua, Senin (17/8/2026).

Namun, perayaan kemerdekaan tahun ini tidak hanya diwarnai kibaran Sang Saka Merah Putih. Di tengah suasana penuh kebanggaan nasional, Bupati Belu Willybrodus Lay, S.H, mengajak seluruh masyarakat untuk sejenak menundukkan kepala dan memanjatkan doa bagi para korban bencana gempa bumi yang melanda Pulau Flores dan sekitarnya.

Bupati Willybrodus Lay bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81. Upacara berlangsung tertib dan khidmat dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, legislatif, tokoh agama, aparat keamanan, generasi muda, serta masyarakat Kabupaten Belu.

Momen pengibaran bendera menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian upacara. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Belu yang merupakan putra-putri terbaik hasil binaan Badan Kesbangpol menjalankan tugas dengan baik.

Pengibaran Sang Saka Merah Putih dipimpin Komandan Paskibraka Ipda Muhammad Syeva Nirwana Ginting, S.Tr.K., dengan pembawa bendera Yulita Kristina Soi, siswi SMA Swasta Taruna Mandiri Fatubenao.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Belu Theodorus Manehitu Djuang membacakan Teks Proklamasi.

Kehadiran unsur eksekutif dan legislatif dalam rangkaian upacara tersebut menjadi gambaran pentingnya sinergi seluruh elemen daerah dalam menjaga nilai-nilai perjuangan dan kemerdekaan.

Suasana semakin khidmat ketika doa dipimpin Provinsial SVD Timor Pater Dismas L. Mauk, SVD. Uskup Keuskupan Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr bersama para tokoh agama lainnya turut hadir dalam momentum tersebut.

Lantunan lagu perjuangan dan medley dari Paduan Suara SMA Negeri 2 Atambua yang dipimpin Dirigen Oktavianus Hale, S.Pd., turut menghidupkan suasana peringatan HUT Kemerdekaan RI, di tengah teriknya matahari pagi.

Bupati Ajak Belu Doakan Flores

Dalam amanatnya, Bupati Belu Willybrodus Lay mengajak masyarakat menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

“Di Simpang Lima ini, kita berdiri sebagai satu tubuh. Mari kita isi kemerdekaan Ke-81 ini dengan kerja nyata, disiplin, dan cinta tanah air,” ujar Bupati Willybrodus Lay.

Pesan tersebut kemudian diperkuat dengan ajakan kemanusiaan.

Bupati Willybrodus Lay mengajak seluruh tamu undangan dan peserta upacara untuk bersama-sama mendoakan para korban bencana alam gempa bumi yang menimpa saudara-saudara mereka di Pulau Flores dan wilayah sekitarnya.

Ajakan tersebut menjadi salah satu pesan paling menyentuh dalam peringatan kemerdekaan tahun ini. Sebab, ketika masyarakat Belu merayakan 81 tahun Indonesia merdeka, saudara-saudara mereka di Flores masih berhadapan dengan dampak bencana.

Bagi Belu sebagai daerah perbatasan, semangat kebangsaan tidak berhenti pada batas wilayah administratif. Solidaritas terhadap korban bencana di Flores menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga memiliki wajah kemanusiaan: saling mendoakan, saling menguatkan, dan hadir ketika sesama anak bangsa menghadapi masa sulit.

Merah Putih dan Semangat Persatuan

Upacara tersebut turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Belu, Pj. Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK, pimpinan BUMN/BUMD, organisasi wanita, tokoh masyarakat, serta tokoh adat.

Seluruh unsur tersebut menyatu dalam satu momentum kebangsaan di Lapangan Umum Simpang Lima Atambua.

Pemerintah Kabupaten Belu berharap semangat Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 terus membara dan menjadi energi bersama untuk mendorong kemajuan daerah menuju Belu yang berkualitas, mandiri, harmonis, demokratis, dan berbudaya.

Pada akhirnya, peringatan kemerdekaan di Belu tahun ini meninggalkan pesan yang sederhana namun kuat: Merah Putih bukan hanya untuk dikibarkan, tetapi juga untuk menyatukan hati ketika sesama anak bangsa sedang berduka.

Dari Atambua, doa untuk Flores menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan Indonesia yang sesungguhnya—merayakan kebebasan dengan tetap menjaga kemanusiaan.

(Redaksi Belupos.com)
Dengan sumber: Prokopim Kabupaten Belu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *