ATAMBUA |BELUPOS.Com— Di Gedung Wanita Betelalenok, Kamis (07/05/2026), percakapan tentang angka dan program berubah menjadi pembicaraan tentang perlindungan hidup. Di ruangan itu, Pemerintah Kabupaten Belu bersama BPJS Ketenagakerjaan duduk dalam satu meja evaluasi—membahas bagaimana negara bisa hadir lebih dekat bagi para pekerja yang setiap hari bertaruh tenaga demi keluarga mereka.
Rapat Evaluasi Implementasi Program BPJS Ketenagakerjaan itu menjadi ruang untuk menilai capaian sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Belu.
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, menegaskan bahwa evaluasi semacam ini penting dilakukan secara berkelanjutan agar perlindungan sosial tidak berhenti sebagai program administratif semata.
Ia mengapresiasi keberadaan BPJS Ketenagakerjaan yang telah hadir di Belu sejak tahun 2015 dan dinilai memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
╔═══════════════════════════════🌸
“BPJS Ketenagakerjaan ini sangat penting. Ini adalah komitmen negara memberikan perlindungan kepada masyarakat dan keluarganya dari risiko sosial ekonomi.”
🌸═══════════════════════════════╝
Wabup Vicente juga meminta agar sosialisasi terus diperluas, terutama kepada kelompok masyarakat rentan seperti petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM.
Menurutnya, perlindungan jaminan sosial menjadi penting agar ketika risiko kerja terjadi, keluarga tidak ikut terpuruk secara ekonomi dan masa depan anak-anak tetap terjaga.
Ia berharap kepala desa dan perangkat desa lebih proaktif mendorong masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Muhammad Midhad Farosi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Belu dalam memperluas cakupan perlindungan sosial bagi pekerja.
Menurutnya, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari risiko sosial ekonomi.
╔═══════════════════════════════🌸
“Kita menyaksikan bagaimana komitmen Pemkab Belu mampu menghadirkan perlindungan bagi ribuan pekerja melalui berbagai skema anggaran.”
🌸═══════════════════════════════╝
Ia memaparkan bahwa sebanyak 1.872 perangkat desa telah mendapatkan perlindungan. Selain itu, pada tahun 2025 tercatat 2.550 pekerja rentan dan komunitas ojek terlindungi melalui APBD, 4.245 pekerja rentan desa melalui APBDes, serta 2.072 pekerja melalui anggaran provinsi.
BPJS Ketenagakerjaan sendiri menjalankan berbagai program perlindungan, mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), hingga Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Dalam kegiatan tersebut, turut diserahkan santunan JKM dan JKK kepada ahli waris penerima manfaat.
Muhammad Farosi menyebutkan, total klaim yang telah dibayarkan mencapai Rp57,35 miliar sepanjang tahun 2025 dan Rp15,66 miliar hingga tahun 2026 ini.
╔═══════════════════════════════🌸
“Santunan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak yang ditinggalkan.”
🌸═══════════════════════════════╝
Kegiatan kemudian ditutup dengan harapan agar sinergi antara Pemerintah Kabupaten Belu dan BPJS Ketenagakerjaan semakin kuat demi mewujudkan universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Belu.
Analisis Kontekstual
Perluasan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan di daerah menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat, terutama bagi pekerja sektor informal yang selama ini rentan terhadap risiko kerja dan ketidakpastian ekonomi. Di wilayah seperti Belu, keterlibatan pemerintah daerah dalam pembiayaan kepesertaan menunjukkan semakin kuatnya pendekatan kolaboratif antara negara dan masyarakat dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih inklusif.
Di balik angka-angka klaim dan data kepesertaan itu, tersimpan banyak cerita tentang keluarga yang tetap bertahan ketika musibah datang.
Dan di sanalah, negara diuji—bukan hanya lewat kebijakan, tetapi lewat sejauh mana ia mampu menjaga rakyat kecil agar tidak jatuh sendirian saat hidup berubah tiba-tiba.















