banner 728x250

Sertijab di Jantung Birokrasi Belu: Dari Tangan yang Melepas, ke Tangan yang Menata Masa Depan

ATAMBUA |BELUPOS.Com — Pagi itu tak sekadar menjadi rutinitas administratif. Di ruang kerja Asisten Administrasi Umum, Selasa (5/5/2026), suasana terasa lebih khidmat—seolah waktu berhenti sejenak untuk memberi ruang bagi peralihan tanggung jawab, harapan, dan jejak pengabdian yang tak lekang.

Di hadapan para saksi dan dokumen yang berbicara dalam diam, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Elly Ch. Rambitan, S.H, memimpin prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Plt. Inspektur Inspektorat dan Kepala Bagian Organisasi Setda Belu.

Sebuah momentum yang tak hanya administratif, tetapi juga simbolik—tentang kesinambungan tata kelola pemerintahan.

Berita acara dibacakan. Pena menyentuh kertas. Dokumen berpindah tangan. Dan pada detik itu, tanggung jawab pun ikut berpindah—dari mereka yang telah menuntaskan perjalanan, kepada mereka yang kini memulai babak baru.

Jabatan Kepala Bagian Organisasi resmi beralih dari Gela A. Lay Rade, S.Pt kepada Gaudensiana Fahik Berek, S.Sos. Sementara posisi Plt. Inspektur Inspektorat berpindah dari Onfinus Kote, S.STP kepada Marselinus Koli, S.Sos.

Dalam arahannya, Elly Ch. Rambitan menegaskan bahwa sertijab ini bukan sekadar seremoni, melainkan mata rantai penting dalam kesinambungan pemerintahan.

╔═══════════════════════════════🌸
“Ini merupakan lanjutan dari proses pelantikan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Salah satu tahapan penting adalah serah terima tugas agar roda pemerintahan tetap berjalan berkesinambungan.”
🌸═══════════════════════════════╝

Namun di balik formalitas itu, terselip kisah panjang pengabdian. Nama Gela A. Lay Rade disebut dengan nada penghormatan—28 tahun 7 bulan bukanlah angka, melainkan perjalanan hidup yang ditenun dalam dedikasi.

╔═══════════════════════════════🌸
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Belu, kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan. Ini adalah anugerah Tuhan—menyelesaikan tugas dengan baik. Semoga tetap sehat dan terus memberi masukan bagi kemajuan daerah.”
🌸═══════════════════════════════╝

Sementara itu, kepada pejabat baru, pesan yang disampaikan bukan cuma harapan, melainkan mandat yang harus segera ditunaikan. Terutama menyangkut penyelesaian pembentukan UPTD PPA yang telah memasuki tahap akhir—sebuah langkah strategis yang menempatkan Belu di garis depan di antara 22 kabupaten/kota di NTT.

╔═══════════════════════════════🌸
“Pembentukan UPTD PPA ini sudah hampir selesai. Saya harapkan dapat segera dituntaskan. Kalau bisa dipercepat, selesaikan dalam bulan ini.”
🌸═══════════════════════════════╝

Koordinasi, kerja sama, dan kepekaan terhadap beban kerja juga menjadi penekanan penting—agar birokrasi tidak tersendat oleh tumpukan tugas yang tak terurai.

Khusus bagi Plt. Inspektur Inspektorat yang baru, peran pengawasan ditegaskan sebagai garda depan akuntabilitas. Setiap temuan, terutama dari BPK, harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

╔═══════════════════════════════🌸
“Pelaksanaan tugas apa pun harus berdasarkan regulasi. Jangan bekerja hanya berdasarkan kebiasaan, tetapi harus sesuai aturan.”
🌸═══════════════════════════════╝

Lebih jauh, penguatan peran Inspektorat dalam penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) disebut sebagai fondasi penting dalam menjaga integritas keuangan daerah.

Analisis Kontekstual
Sertijab ini hadir di tengah tuntutan publik yang semakin tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan daerah. Langkah percepatan pembentukan UPTD PPA menunjukkan adanya kesadaran struktural untuk memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan, sekaligus menegaskan arah reformasi birokrasi yang lebih responsif dan adaptif. Di sisi lain, penekanan pada peran Inspektorat mencerminkan upaya serius dalam membangun sistem pengawasan internal yang tidak hanya administratif, tetapi juga berorientasi pada pencegahan penyimpangan.

Di penghujung acara, ucapan selamat disampaikan. Namun lebih dari itu, tersirat sebuah pesan yang tak tertulis—bahwa jabatan adalah titipan waktu, dan pengabdian adalah jejak yang akan selalu dikenang.

Dan di ruang itu, di antara dokumen yang telah ditandatangani dan tangan yang saling berjabat, Belu diam-diam sedang menulis masa depannya—pelan, tapi pasti.

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *