banner 728x250

Di Antara Peluru dan Doa: Operasi Damai Cartenz Menutup 2025 dengan Luka dan Harapan Papua

PAPUA |BELUPOS.Com) —
Tahun 2025 ditutup dengan gema operasi keamanan di Tanah Papua. Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mencatat keberhasilan signifikan dalam penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)—namun di balik angka, tersimpan kisah getir tentang luka yang belum sepenuhnya sembuh.

Sebanyak 45 anggota KKB berhasil diamankan dalam operasi gabungan TNI–Polri. Lima belas di antaranya tewas karena melakukan perlawanan bersenjata saat hendak ditangkap, sementara 20 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum.

Aparat juga menyita 29 pucuk senjata api, 45 magazen, dua bahan peledak, serta 4.194 butir amunisi—alat-alat yang selama ini menjadi bayang-bayang ketakutan warga sipil. Tak hanya itu, 14 markas KKB berhasil dihancurkan, menandai upaya serius negara mempersempit ruang gerak kekerasan.

“Ini adalah komitmen negara melindungi masyarakat dan memulihkan keamanan di Papua,”
Kombes Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz.

Namun Papua bukan sekadar medan operasi. Ia adalah tanah doa, rumah harapan, dan rahim kehidupan. Di antara dentum senjata dan langkah aparat, masyarakat masih merindukan satu hal yang lebih sunyi namun abadi: damai yang lahir dari keadilan dan kemanusiaan.

Operasi boleh berakhir, markas bisa runtuh, senjata dapat disita. Tetapi Papua hanya benar-benar aman ketika peluru berhenti, dan dialog mulai menemukan suaranya.

 

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *