banner 728x250

Kardinal Suharyo Disambut Hangat di Atambua, Perjumpaan Iman dan Negara di Rai Belu

ATAMBUA |BELUPOS. Com) – Suasana Bandara A. A. Bere Tallo Atambua, Senin (15/12/2025), terasa berbeda. Tidak sekadar menjadi titik transit penerbangan, bandara kebanggaan masyarakat Belu itu menjadi ruang perjumpaan iman, persaudaraan, dan kebangsaan.

Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo tiba di Atambua dan disambut langsung oleh Bupati Belu Willybrodus Lay, SH bersama Uskup Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr. Turut hadir Bupati Timor Tengah Utara Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., MA, Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves, ST, unsur Forkopimda Kabupaten Belu, pimpinan OPD, serta Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Viviawaty Lay Ng.

Kehadiran Kardinal Indonesia tersebut menjadi momen istimewa bagi masyarakat Belu, tidak hanya sebagai kunjungan tokoh Gereja Katolik nasional, tetapi juga sebagai simbol kuatnya relasi antara iman dan kehidupan sosial di wilayah perbatasan RI–RDTL.

Kardinal Suharyo hadir bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, serta Direktur E Jampidum Kejaksaan Agung RI Roberthus Melchisedek Tacoy, S.H., M.H. Rombongan ini memperlihatkan harmonisasi lintas sektor—pemerintahan, hukum, dan keagamaan—yang berjalan seiring dalam semangat kebangsaan.

Usai penyambutan, rombongan beristirahat sejenak di ruang tunggu bandara sebelum melanjutkan perjalanan menuju Emaus Nenuk, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Bagi masyarakat Belu, Emaus Nenuk bukan sekadar lokasi tujuan, tetapi ruang perjumpaan rohani dan sosial. Perjalanan menuju tempat tersebut mencerminkan makna kedatangan Kardinal Suharyo: sebuah ziarah persaudaraan, dialog, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat sinergi antara pemerintah daerah, Gereja, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Belu sebagai wilayah perbatasan yang damai, religius, dan berkeadilan sosial.

Di tanah yang berbatasan langsung dengan negara lain ini, kehadiran seorang Kardinal menjadi penanda bahwa Belu tidak berada di pinggiran perhatian. Ia berdiri tegak sebagai beranda iman, kebangsaan, dan harapan.

 

 

banner 325x300
Penulis: Redaksi Belupos/Prokopim Belu Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *