banner 728x250

Ketegangan di Antara Dua Negara: Audiensi Konsulat RDTL dan Gubernur NTT

KUPANG |BELUPOS.Com) Dalam audiensi yang berlangsung pada 9 Desember 2025, Konsul Republik Demokratik Timor Leste, Espedito da Conceicao Ribeiro, bersama Sekretaris III Konsulat RDTL, Cesaltina da Costa da Silva, mengungkapkan keprihatinan mengenai keberadaan debt collector kendaraan bermotor yang mengganggu kenyamanan wisatawan Timor Leste di Kupang dan Atambua.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, berkomitmen untuk menanggapi masalah ini demi kelancaran hubungan antarnegara.

Audiensi antara Konsulat RDTL dan Pemerintah Provinsi NTT di ruang kerja Gubernur menjadi ajang untuk mendiskusikan hubungan bilateral dan mengatasi masalah yang meresahkan. Keberadaan debt collector kendaraan bermotor di Kupang dan Atambua, menurut Sekretaris Konsulat RDTL, Cesaltina da Costa da Silva, telah menjadi penghalang bagi kunjungan wisatawan asal Timor Leste, yang selama ini memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian lokal.

“Keamanan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas. Mereka seharusnya dapat menikmati kunjungan tanpa khawatir akan gangguan yang tidak semestinya,” ujarnya, menegaskan betapa pentingnya perhatian dari Gubernur NTT terhadap situasi ini.

Wisatawan yang datang menjelang Natal sering kali disambut oleh bayang-bayang debt collector, yang meskipun menargetkan kendaraan bermalas kaki, tetap beradaptasi untuk mengincar kendaraan dengan dokumen resmi RDTL.

Ketegangan yang muncul dari situasi ini menciptakan lanskap yang rumit. Para pelancong yang ingin berbelanja dan menikmati keindahan Kota Kupang sering kali terpaksa mundur karena kekhawatiran akan kehilangan kendaraan mereka.

“Perayaan ulang tahun Presiden RDTL, Jose Ramos Horta, nanti juga membutuhkan pengamanan yang memadai untuk memastikan semua pihak merasa nyaman,” tambah Cesaltina.

Gubernur Melki Laka Lena merespons dengan positif, berjanji akan memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini.

“Kami akan mendalami persoalan ini agar hubungan baik antara NTT dan Timor Leste tetap terjaga. Keamanan wisatawan adalah tanggung jawab kami,” katanya tegas.

Dialog antarnegara ini, diwarnai oleh ketegangan dan harapan, menggambarkan pentingnya kerjasama untuk membangun kisah damai meskipun ada tantangan. Dalam konteks yang lebih luas, pertemuan ini adalah refleksi dari usaha untuk menyatukan dua bangsa yang meskipun terpisah oleh batas geografis, namun terikat oleh sejarah dan impian yang sama akan kedamaian dan kemakmuran.

“Keduanya adalah teman, dan perlakuan terhadap tamu adalah cermin dari kita sendiri. Mari kita jaga keamanan dan kenyamanan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ungkap Gubernur Melki, mengingatkan akan pentingnya tanggung jawab kita terhadap sesama.

Dengan komitmen untuk berbagi solusi dan mendukung inisiatif bersama, harapan akan hubungan yang lebih harmonis antara NTT dan Timor Leste tetap terjaga, membuka jalan bagi dialog yang lebih positif di masa depan.

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *