banner 728x250

Uskup Baru Larantuka Memasuki babak khidmat Tahbisan

Gereja Larantuka memasuki masa penuh harap, menyusun langkah rapi menyongsong lahirnya gembala baru.

LARANTUKA |BELUPOS. Com)-Keuskupan Larantuka kini hidup dalam denyut persiapan yang hangat dan bersahaja. Setelah Vatikan mengumumkan pengangkatan Mgr. Yohanes Hans Monteiro sebagai Uskup Larantuka menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung, seluruh unsur Gereja lokal bergerak bersama membangun panggung rohani menuju hari besar: Tahbisan Uskup pada 11 Februari 2026.

Pada 25 November 2025, Aula Dekenat Larantka menjadi saksi sebuah rapat yang lebih menyerupai pertemuan keluarga besar: para imam, biarawan-biarawati, dan wakil umat duduk melingkar dalam semangat persaudaraan, menandai dimulainya karya besar Keuskupan.

Ketua Deken Larantuka, Romo Adeodatus Hendrikus Leni (Romo Hendrik), dipilih menjadi Ketua Panitia Tahbisan. Penunjukan ini disambut dengan ketenangan khasnya—senyum tipis, mata yang teduh, dan kesadaran bahwa tugas ini bukan sekadar teknis, melainkan pelayanan untuk Gereja dan sejarah.

“Kita menyiapkan bukan hanya sebuah acara, tetapi sebuah perjumpaan rahmat,” ujar Romo Hendrik berbalok dalam rapat perdana.
“Tahbisan Uskup adalah saat Roh Kudus turun bekerja, dan kita semua hanyalah pelayannya.”

Untuk menopang langkahnya, ditetapkan dua wakil ketua:
RD. Lukas Laba Erap sebagai Wakil Ketua I
RD. F.X. Wio Hurint sebagai Wakil Ketua II

Bidang kesekretariatan dipercayakan kepada RD. Fransiskus Kwaelaga dan RD. Yosef da Silva, sementara bagian keuangan ditangani RD. Wily Ola Lanan bersama Ibu Nia Corebima selaku bendahara.

Panitia inti kemudian dihiasi berbagai seksi teknis—liturgi, acara, dekorasi, dokumentasi, konsumsi, keamanan, hingga perlengkapan—semuanya disusun rapi, seolah tubuh Gereja sedang menggambar peta persiapan menuju sebuah hari suci yang akan dikenang panjang.

Perayaan tahbisan ini diperkirakan menghadirkan ribuan umat dan tamu undangan, termasuk para Uskup dari seluruh Indonesia. Gereja Larantuka sedang menata ruang, waktu, dan hati, agar hari itu menjadi bukan hanya upacara, tetapi tanda ziarah iman.

Dalam suasana persiapan yang menghangat itu, sebuah ayat menemukan tempatnya sendiri:

“Aku akan mengangkat para gembala yang akan menggembalakan mereka; mereka tidak akan takut lagi dan tidak akan terkejut.”
(Yeremia 23:4)

Ayat itu seolah menjadi benang merah perjalanan ini—bahwa seorang Uskup bukan hanya pemimpin, tetapi penjaga keteduhan umat.

Keuskupan Larantuka kini melangkah dalam ritme yang sama: rapi, khidmat, dan penuh pengharapan.

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *