Berita UtamaLensa PerbatasanPariwisataPendidikanPolitikPolkamwarta Kota

84 Tim Melangkah, Belu Menatap Masa Depan

208
×

84 Tim Melangkah, Belu Menatap Masa Depan

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA  |BELUPOS.Com— Pagi belum sepenuhnya meninggi ketika halaman SDK Halioan, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, berubah menjadi titik awal sebuah perjalanan. Sebanyak 84 tim berdiri dalam barisan, menyiapkan langkah untuk menempuh 17 kilometer dalam semangat memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia.

Selasa (11/8/2026) itu, Bupati Belu Willybrodus Lay, S.H melepas para peserta Gerak Jalan 17 Kilometer tingkat Kabupaten Belu. Dari pelajar hingga komunitas, mereka bergerak membawa semangat yang lebih besar daripada sekadar perlombaan: disiplin, kebersamaan, ketahanan, dan keberanian menuntaskan perjalanan.

Sebanyak 84 tim dari kategori SMP putra-putri, SMA/SMK putra-putri, serta berbagai komunitas mengikuti gerak jalan dengan rute hingga Plaza Pelayanan Publik Atambua.

Di sepanjang perjalanan, setiap langkah menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diwariskan generasi terdahulu tidak cukup hanya dikenang melalui upacara dan perayaan. Ia membutuhkan generasi yang bersedia bekerja keras untuk mengisinya.

Bupati Willy Lay menegaskan, gerak jalan merupakan salah satu ruang untuk menanamkan nilai tersebut kepada generasi muda.

“Momentum peringatan kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa perjuangan bangsa tidak berhenti pada masa lalu. Kini tugas kita adalah mengisi kemerdekaan melalui kerja keras, persatuan, dan semangat membangun daerah,” kata Bupati Willy Lay.

Pesan itu membuat 17 kilometer memiliki arti yang lebih panjang. Jarak yang harus ditaklukkan para peserta menjadi metafora tentang perjalanan generasi muda Belu: tidak selalu mudah, tetapi harus ditempuh dengan disiplin dan ketekunan.

Dari Garis Start Menuju Sekolah Rakyat

Pemilihan SDK Halioan sebagai titik start juga memiliki alasan tersendiri. Lokasi di Desa Tukuneno itu merupakan kawasan yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Belu untuk pembangunan Sekolah Rakyat, sebuah program yang digagas Presiden Republik Indonesia.

Di hadapan masyarakat dan para peserta, Bupati Willy Lay berharap rencana tersebut dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak Belu.

“Saya berharap Sekolah Rakyat dapat terwujud di tempat ini sehingga semakin banyak anak-anak Belu memperoleh akses pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Dari titik start itulah, pesan tentang masa depan kemudian diperluas. Bupati tidak hanya berbicara mengenai pendidikan, tetapi juga tentang peluang yang menunggu generasi muda ketika mereka memiliki kompetensi yang memadai.

Di hadapan para pelajar, ia mengajak generasi muda mulai mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja yang semakin terbuka, baik di dalam maupun luar negeri. Lulusan SMA dan SMK, kata dia, memiliki kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan menuju profesi di industri penerbangan, termasuk pada maskapai berbadan besar.

Bahasa Inggris menjadi salah satu bekal yang ditekankan. Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa internasional dinilai penting bagi anak-anak Belu untuk memasuki dunia kerja yang cakupannya semakin luas.

Pemerintah Kabupaten Belu, menurut Willy Lay, telah menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan luar negeri untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Karena itu, peluang tersebut harus dipersiapkan sejak dini dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Tahun ini kita mulai meletakkan dasar bagi adik-adik kita agar memiliki masa depan yang lebih baik. Mari kita tunjukkan komitmen untuk membangun masa depan Rai Belu yang semakin maju,” katanya.

Ajakan itu memberi konteks baru pada gerak jalan yang berlangsung pagi itu. Para peserta memang sedang menempuh 17 kilometer, tetapi pesan yang disampaikan kepada mereka jauh lebih panjang: bahwa masa depan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dipersiapkan melalui pendidikan, keterampilan, disiplin, dan keberanian mengambil peluang.

Gerak Jalan sebagai Sekolah Karakter

Bagi Bupati Willy Lay, gerak jalan juga merupakan media pembentukan karakter generasi muda. Ketahanan fisik, kekompakan, disiplin, dan semangat pantang menyerah yang tumbuh dari kegiatan tersebut merupakan nilai yang diwariskan para pejuang kemerdekaan.

Dalam konteks Belu sebagai wilayah perbatasan, pembentukan sumber daya manusia menjadi semakin penting. Tantangan generasi muda tidak lagi hanya tentang bagaimana menyelesaikan pendidikan, tetapi juga bagaimana memiliki kompetensi yang memungkinkan mereka bersaing di ruang kerja yang semakin terbuka, termasuk di luar negeri. Karena itu, pendidikan, penguasaan bahasa, karakter, dan keterampilan harus berjalan beriringan.

Gerak jalan kemudian menjadi gambaran kecil tentang prinsip tersebut. Tidak ada satu peserta pun yang dapat mencapai tujuan hanya dengan satu langkah. Begitu pula masa depan: ia dibangun melalui langkah-langkah kecil yang konsisten.

Setelah 17 kilometer ditaklukkan, rangkaian peringatan HUT Ke-81 RI di Kabupaten Belu belum selesai.

Pemerintah Kabupaten Belu akan kembali menggelar Gerak Jalan 45 Kilometer pada Rabu (12/8/2026). Sebanyak 30 tim dijadwalkan mengikuti kategori tersebut dengan titik start di Kantor Desa Bauho, Kecamatan Tasifeto Timur, pukul 22.00 Wita, dan diperkirakan tiba di Kota Atambua pada dini hari tanggal 13 Agustus.

Pada hari yang sama, Karnaval Kebangsaan juga akan digelar. Untuk kategori PAUD/TK dan SD, kegiatan dijadwalkan mulai pukul 09.00 Wita, sedangkan kategori SMP, SMA/SMK, serta umum dilaksanakan pukul 12.30 Wita.

Rangkaian kegiatan itu membuat perayaan kemerdekaan di Belu bukan sekadar kalender tahunan. Ada sejarah yang dikenang, karakter yang dibentuk, pendidikan yang diperjuangkan, dan masa depan yang sedang dipersiapkan.

Di halaman SDK Halioan, 84 tim telah memulai langkahnya. Sebagian mungkin mengejar kemenangan, tetapi makna perjalanan itu lebih luas daripada garis finis.

Sebab, setiap langkah yang ditempuh hari ini adalah cara sebuah generasi belajar bahwa masa depan Belu tidak menunggu untuk ditemukan—ia harus diperjuangkan, selangkah demi selangkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *