Berita UtamaHukum & KriminalLensa PerbatasanPolitikPolkamUncategorizedwarta Kota

Kajari Baru Hadir, Sinergi Belu Makin Kokoh

43
×

Kajari Baru Hadir, Sinergi Belu Makin Kokoh

Sebarkan artikel ini

 

ATAMBUA |BELUPOS.Com — Di ruang pemerintahan yang setiap hari menjadi tempat bertemunya keputusan dan kepentingan masyarakat, sebuah perkenalan berlangsung dengan nada yang sederhana, tetapi membawa pesan yang jauh lebih besar. Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, menerima audiensi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belu yang baru, Arif Mirra Kanahau, SH, di Kantor Bupati Belu, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi. Ia menjadi pintu awal bagi Kajari Belu yang baru untuk memperkenalkan diri sekaligus memasuki ruang koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Belu—ruang tempat berbagai unsur pimpinan daerah bertemu untuk menjaga arah pemerintahan tetap berjalan dalam koridor hukum, stabilitas, dan kepentingan masyarakat.

Arif Mirra Kanahau hadir bersama Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Cornelis S. Oematan, SH, dan Kepala Seksi Intelijen Kejari Belu Budi Raharjo, SH.

Sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai Kajari Belu, Arif Mirra Kanahau sebelumnya bertugas di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kini, tugas baru membawanya ke Belu, daerah yang berada di beranda timur Indonesia dan berbatasan langsung dengan Timor-Leste.

Bagi Bupati Belu Willybrodus Lay, kehadiran pimpinan baru di lingkungan Kejaksaan Negeri Belu merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan kelembagaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Kami menyambut baik kehadiran Kajari Belu yang baru. Semoga sinergi antara Pemerintah Kabupaten Belu dan Kejaksaan Negeri Belu semakin kuat dalam mendukung pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat.”

Harapan itu menempatkan sinergi bukan sekadar sebagai hubungan antarlembaga, melainkan sebagai kebutuhan bersama dalam memastikan roda pemerintahan bergerak dengan tertib dan pembangunan tetap berpijak pada kepentingan publik.

Dalam konteks pemerintahan daerah, keberadaan Forkopimda memiliki arti strategis. Koordinasi yang solid antara pemerintah daerah dan unsur penegak hukum dapat menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas, memperkuat tata kelola pemerintahan, sekaligus menciptakan ruang pembangunan yang aman dan kondusif. Karena itu, perkenalan Kajari baru bukan hanya pergantian figur, tetapi juga awal membangun ritme koordinasi baru di Kabupaten Belu.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antarunsur Forkopimda dalam menjaga stabilitas daerah serta mendukung agenda pembangunan Kabupaten Belu.

Di balik sebuah audiensi yang berlangsung sederhana, tersimpan harapan yang tidak sederhana: agar hukum, pemerintahan, dan pembangunan dapat berjalan beriringan—sebab daerah yang kuat bukan hanya dibangun dengan kebijakan, tetapi juga dengan kepercayaan dan sinergi di antara mereka yang mengemban amanah untuk rakyat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *