Langit pagi di halaman Mapolres Belu tampak teduh, seolah ikut memberi ruang khidmat bagi sebuah penghargaan yang tak semua orang dapatkan. Di ujung pengabdian panjangnya, AKP Wilhelmus Fahik menerima satu kehormatan: kenaikan pangkat pengabdian, tepat sebelum langkahnya berhenti sebagai anggota Polri.
ATAMBUA |BELUPOS Com—Upacara sederhana namun sarat makna itu digelar Selasa pagi (28/04/2026), pukul 08.00 WITA. Di bawah komando Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K, momen tersebut menjadi penanda resmi kenaikan pangkat Kepala Seksi Hukum Polres Belu, AKP Wilhelmus Fahik, S.H menjadi Komisaris Polisi (KOMPOL).
Barisan perwira, brigadir, hingga ASN Polri berdiri rapi. Di antara mereka, terselip rasa hormat pada sosok yang segera menutup masa baktinya pada Agustus mendatang. Upacara ini bukan sekadar seremoni—ia adalah pengakuan atas jejak panjang dedikasi.
Kapolres Belu dalam amanatnya menegaskan bahwa kenaikan pangkat pengabdian bukanlah hak otomatis, melainkan buah dari penilaian atas kinerja, loyalitas, dan integritas selama bertugas.
╔══════════════════════════════╗
🌻❤️ “Kenaikan pangkat ini bukan sekadar penghargaan, tetapi hasil dari kerja keras, loyalitas, dan dedikasi yang ditunjukkan selama bertugas. Tidak semua anggota yang purna tugas mendapatkannya.” ❤️🌻
╚══════════════════════════════╝
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa negara tidak pernah abai terhadap pengabdian yang tulus.
╔══════════════════════════════╗
🌻❤️ “Hak kita hanya gaji dan tunjangan selama bertugas. Di luar itu, penghargaan seperti ini adalah bonus dari dedikasi yang dijaga dengan integritas.” ❤️🌻
╚══════════════════════════════╝
Suasana upacara semakin hangat ketika ucapan selamat disampaikan satu per satu. Tak hanya kepada KOMPOL Wilhelmus Fahik, penghargaan juga diberikan kepada empat personel Sat Intelkam atas kinerja mereka.
Di balik senyum yang tersirat, ada perjalanan panjang yang tak terlihat—tahun-tahun pengabdian, keputusan-keputusan sulit, serta kesetiaan pada institusi.
Kini, menjelang purna tugas, pangkat baru itu bukan sekadar simbol di pundak. Ia adalah penutup yang layak bagi sebuah perjalanan: tenang, terhormat, dan penuh arti.















