ATAMBUA |BELUPOS.Com— Di tengah harapan menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung pembangunan Kabupaten Belu, sebuah pesan tegas menggema dari Gedung Wanita Bete Lalenok, Atambua, Rabu (8/7/2026). Bukan sekadar rapat koordinasi biasa, melainkan momentum peneguhan komitmen bahwa setiap angka yang diinput, setiap hektare lahan yang didata, dan setiap laporan yang dikirim, sesungguhnya sedang menentukan masa depan ribuan petani.
Di hadapan seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Kepala Dinas Pertanian, Plt. Kepala Dinas PUPR, serta Staf Khusus Bupati, Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves, S.T. berbicara lugas. Baginya, data bukan sekadar administrasi, tetapi fondasi yang menentukan hadir atau tidaknya dukungan pemerintah pusat bagi pembangunan pertanian di Belu.
Dalam arahannya, Vicente meminta seluruh PPL segera merampungkan validasi data pertanian dari tujuh kecamatan, mulai dari Raimanuk, Nanaet Duabesi, Tasifeto Barat, Tasifeto Timur, Kakuluk Mesak, hingga tiga kecamatan di wilayah Kota Atambua. Seluruh proses pendataan ditargetkan selesai dalam waktu satu minggu.
“Kita mau mengusulkan program ke pemerintah pusat, tetapi semuanya harus didukung data yang benar. Kepala Dinas Pertanian dan seluruh PPL harus bertanggung jawab penuh terhadap data ini. Jangan mengambil data dengan cara ‘raih-raih’ atau asal-asalan, karena hasilnya pasti tidak valid,” tegas Vicente.
Pesan itu lahir dari kesadaran bahwa setiap intervensi pemerintah—mulai dari pembangunan jaringan irigasi, pengolahan lahan, bantuan pupuk, hingga peningkatan produksi pertanian—bermuara pada kualitas data yang diinput melalui aplikasi resmi Kementerian Pertanian. Ketepatan dan kecepatan penginputan menjadi pintu awal agar berbagai program dapat menjangkau Belu secara optimal.
Tak berhenti pada validasi data, Wakil Bupati juga menginstruksikan para penyuluh segera memetakan lahan-lahan potensial yang belum dimanfaatkan. Pemetaan harus dilakukan secara rinci dengan membedakan luas lahan basah dan lahan kering berdasarkan hektare sehingga perencanaan pembangunan benar-benar sesuai kondisi riil di lapangan.
Namun, bagi Vicente, tugas seorang penyuluh tidak berhenti pada angka-angka. Ia mengingatkan bahwa pelayanan kepada petani adalah amanah yang harus dijalankan dengan hati.
“Kita jangan bekerja main-main. Yang kita bantu adalah keluarga. Negara membayar kita untuk melayani masyarakat, dan masyarakat itu seperti keluarga kita sendiri. Jangan karena tidak ada hubungan kekerabatan, lalu pelayanan diberikan setengah hati. Itu adalah tanggung jawab moral kita,” ujarnya.
Ucapan tersebut menghadirkan dimensi lain dari pembangunan pertanian: bahwa keberhasilan tidak hanya dibangun oleh anggaran dan program, tetapi juga oleh integritas aparatur yang hadir bersama masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, dan mendampingi mereka hingga panen berhasil.
Secara kontekstual, penekanan terhadap validitas data menjadi semakin penting karena pemerintah pusat kini mengedepankan sistem perencanaan berbasis data digital. Daerah yang mampu menyajikan data akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan memiliki peluang lebih besar memperoleh dukungan program strategis, sehingga kualitas pendataan menjadi salah satu penentu daya saing pembangunan pertanian daerah.
Menutup arahannya, Vicente mengajak seluruh penyuluh hadir lebih dekat dengan petani, menjadi pendamping yang mampu menumbuhkan semangat kerja dan meningkatkan produktivitas pertanian demi kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita sama-sama melayani masyarakat karena mereka membutuhkan kehadiran kita. Dengan kerja keras kita, semoga ekonomi terus tumbuh dan berkembang, sehingga kehidupan keluarga maupun masyarakat Belu menjadi semakin sejahtera,” pungkasnya.
Di balik lembar-lembar data yang akan dikirim ke pusat, sesungguhnya tersimpan harapan para petani yang menunggu perubahan. Ketika data disusun dengan jujur dan pelayanan diberikan sepenuh hati, pembangunan tidak lagi sekadar menjadi program pemerintah, melainkan ikhtiar bersama untuk memastikan setiap jengkal tanah Belu mampu menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi hari ini dan masa depan.















