Berita UtamaPolitikPolkam

Golkar Atambua Selatan Mulai Memetakan Jalan Menuju 2029

21
×

Golkar Atambua Selatan Mulai Memetakan Jalan Menuju 2029

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA |BELUPOS.Com — Di tengah dinamika politik Kabupaten Belu, Partai Golongan Karya (Golkar) Kecamatan Atambua Selatan mulai menata langkah. Bukan hanya untuk membaca peta kekuatan politik hari ini, melainkan juga untuk menemukan kembali peluang yang sempat terlewat, menyusun strategi, dan mempersiapkan kader menghadapi kontestasi politik 2029 hingga 2031.

Bagi Golkar Atambua Selatan, pemetaan politik bukan sekadar urusan menghitung suara atau menaksir peluang kemenangan. Ada pekerjaan yang lebih mendasar: mengenali persoalan masyarakat, mendengar aspirasi dari tingkat kelurahan, serta mencari jalan agar partai berlambang pohon beringin itu kembali memiliki tempat dalam representasi politik di daerah pemilihan (dapil) satu Kabupaten Belu.

Ketua Partai Golkar Kecamatan Atambua Selatan, Lodi Lukas, mengungkapkan bahwa langkah pemetaan tersebut dilakukan untuk mengetahui persoalan sekaligus peluang yang dapat menjadi pijakan bagi kebangkitan partai di wilayah tersebut.

Dalam keterangannya kepada Belu Pos, Senin (26/10/2026), Lodi menjelaskan bahwa dapil satu, yang mencakup Kecamatan Atambua Selatan dan Kota Atambua, menjadi salah satu fokus perhatian partainya setelah Golkar belum berhasil memperoleh kursi legislatif pada daerah pemilihan tersebut.

> “Pemetaan ini kami lakukan untuk mengetahui berbagai permasalahan dan peluang Partai Golkar, sekaligus mencari jalan untuk mengisi kembali kekosongan kursi di dapil satu Kabupaten Belu, tempat Partai Golkar belum mendapatkan kursi,” jelas Lodi Lukas.

Pernyataan itu menjadi penanda bahwa Golkar Atambua Selatan tengah berupaya menjadikan pengalaman politik sebelumnya sebagai bahan evaluasi. Kekosongan kursi tidak hanya dipandang sebagai hasil pemilihan, tetapi juga sebagai tantangan untuk memperbaiki strategi, memperkuat konsolidasi, dan membangun kembali kedekatan dengan masyarakat.

Membaca peluang, menyiapkan kader

Pemetaan wilayah menjadi langkah awal. Berikutnya, Golkar Atambua Selatan berencana melakukan survei internal untuk mengidentifikasi dan mempersiapkan kader-kader yang dinilai memiliki potensi mewakili masyarakat dapil satu.

Wilayah ini memiliki arti penting karena mencakup Kecamatan Atambua Selatan dan Kota Atambua yang terdiri atas delapan kelurahan. Karakter masyarakat, persoalan pembangunan, serta kebutuhan warga di setiap wilayah menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam penyusunan strategi politik ke depan.

Survei internal tersebut diharapkan dapat membantu partai mengevaluasi kekuatan organisasi sekaligus menyiapkan kader secara lebih terarah. Dengan demikian, persiapan menuju pemilihan legislatif tidak berhenti pada penentuan nama calon, tetapi juga menyangkut kesiapan kader memahami persoalan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab politik.

Bagi Lodi, kerja politik membutuhkan perencanaan yang matang. Target menuju 2029 dan 2031 perlu disiapkan sejak dini melalui konsolidasi, pembacaan situasi, dan penguatan komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat.

Merawat komunikasi, mendengar suara masyarakat

Namun, peta politik tidak selalu dapat dibaca hanya melalui angka survei dan kalkulasi elektoral. Di tengah kehidupan masyarakat Atambua, hubungan sosial, nilai budaya, kepercayaan, dan komunikasi antarkelompok juga menjadi bagian penting dalam membangun dukungan.

Karena itu, Golkar Atambua Selatan berencana berdiskusi dan berbagi pandangan dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan budaya, pemuda, kaum perempuan, serta tokoh agama.

Dialog tersebut diarahkan untuk mendengarkan aspirasi, memahami persoalan yang berkembang, dan membicarakan masa depan dapil satu sebagai salah satu pusat aktivitas pemerintahan, sosial, dan ekonomi Kabupaten Belu.

“Kami juga akan berdiskusi dan berbagi pandangan dengan tokoh masyarakat, tokoh budaya, pemuda, perempuan, serta tokoh agama. Dapil satu merupakan wilayah sentral yang memiliki peran penting bagi Kabupaten Belu ke depan,” ungkapnya.

Pendekatan ini menempatkan komunikasi sosial sebagai salah satu unsur penting dalam strategi politik. Masyarakat tidak hanya hadir ketika suara dibutuhkan di bilik pemungutan suara, tetapi juga perlu dilibatkan dalam pembicaraan mengenai persoalan dan arah pembangunan daerah.

Bagi sebuah partai politik yang ingin kembali memperoleh kepercayaan, ruang dialog menjadi kesempatan untuk menguji apakah program, gagasan, dan kader yang dipersiapkan benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Dari kecamatan menuju konsolidasi berjenjang

Hasil pemetaan yang dilakukan di tingkat kecamatan nantinya akan dikonsultasikan dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Belu. Selanjutnya, proses tersebut direncanakan diteruskan secara berjenjang kepada DPD Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga tingkat pusat.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa strategi yang sedang disiapkan Golkar Atambua Selatan tidak berdiri sendiri. Pemetaan wilayah, survei internal, penjaringan potensi kader, dan komunikasi dengan masyarakat diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan arah perjuangan partai pada tingkat organisasi yang lebih luas.

Konsolidasi berjenjang juga menjadi ruang untuk menyelaraskan kebutuhan politik di tingkat kecamatan dengan kebijakan dan strategi partai pada tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Meski demikian, tantangan sesungguhnya bukan hanya menyusun peta dan merumuskan target. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan bahwa setiap rencana dapat diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang konsisten, terukur, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menghidupkan kembali semangat pohon beringin

Lebih jauh, Lodi menegaskan tekadnya untuk mendorong Partai Golkar kembali meraih kemenangan dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Belu dan pemilihan legislatif mendatang. Ia berharap partai tersebut kembali memiliki peran strategis dalam kepemimpinan daerah dan lembaga legislatif.

“Partai Golkar juga bertekad memenangkan Pilkada Kabupaten Belu dan pemilihan legislatif, agar kepala daerah dan pimpinan DPRD kembali berasal dari Partai Golkar. Perjuangan kami akan terus digelorakan bersama panji-panji pohon beringin yang menjadi simbol perjuangan partai,” tegas Lodi.

Pernyataan itu menggambarkan ambisi politik yang ingin dibangun sejak tingkat kecamatan. Namun, perjalanan menuju kemenangan pada 2029 dan 2031 masih membutuhkan kerja panjang, dukungan organisasi, kader yang siap bekerja, serta kepercayaan masyarakat yang harus diperjuangkan secara nyata.

Di Atambua Selatan, langkah awal itu kini dimulai melalui pemetaan dan konsolidasi. Delapan kelurahan di wilayah yang menjadi perhatian tersebut menghadirkan ruang sekaligus tantangan bagi Golkar untuk memahami perubahan kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, kekuatan sebuah partai tidak hanya ditentukan oleh kokohnya lambang dan lantangnya seruan kemenangan. Ia juga diuji oleh kesanggupan mendengar, keberanian mengevaluasi diri, dan konsistensi memperjuangkan kepentingan rakyat.

Bagi Golkar Atambua Selatan, jalan menuju 2029 dan 2031 telah mulai dipetakan. Kini, masyarakat akan menanti bagaimana peta itu diterjemahkan menjadi langkah nyata.

L.24 | BELU POS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *