Berita UtamaLensa PerbatasanPolitikPolkamwarta Kota

Jalan Lintas Utara Flores Ditargetkan Tuntas 2028, Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Gubernur NTT

17
×

Jalan Lintas Utara Flores Ditargetkan Tuntas 2028, Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Gubernur NTT

Sebarkan artikel ini

FLORES |BELUPOS.Com  — Harapan masyarakat Flores untuk menikmati konektivitas darat yang lebih baik mulai menemukan arah. Jalan Lintas Utara Flores sepanjang 472,48 kilometer ditargetkan rampung paling lambat akhir 2028, menyusul tindak lanjut Presiden Prabowo Subianto atas usulan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Target tersebut ditegaskan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, saat meninjau langsung jalur Labuan Bajo hingga Maumere pada Jumat, 23 Oktober 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk menjalankan arahan Presiden sekaligus memetakan kebutuhan penanganan jalan yang membentang di wilayah utara Pulau Flores tersebut.

Di balik bentangan jalan yang panjang, terdapat kebutuhan mendasar masyarakat: akses transportasi yang menghubungkan wilayah, memperlancar distribusi barang, serta memastikan bantuan dapat menjangkau warga ketika bencana menghambat perjalanan.

Dody menjelaskan, peninjauan dilakukan sepanjang jalur untuk melihat langsung kondisi infrastruktur dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

“Dari pagi sampai sore ini, saya ke Labuan Bajo, kemudian berkeliling dari Bajo sampai ke Maumere untuk menindaklanjuti arahan Presiden terkait penuntasan Jalan Lintas Utara Flores.”

Dari usulan gubernur menuju agenda pembangunan nasional

Usulan penyelesaian Jalan Lintas Utara Flores sebelumnya disampaikan Gubernur Melki kepada Presiden Prabowo ketika Kepala Negara mengunjungi Kabupaten Nagekeo pada 26 Agustus 2026. Kunjungan tersebut berkaitan dengan peninjauan penanganan dampak gempa bumi di Flores.

Bagi pemerintah daerah, jalan ini bukan semata-mata proyek pembangunan fisik. Jalur utara Flores memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, akses antardaerah, dan distribusi bantuan kemanusiaan dalam situasi darurat.

Pengalaman bencana gempa bumi Flores pada 1992 menjadi salah satu pengingat penting mengenai kebutuhan jalur transportasi alternatif yang dapat diandalkan.

Gubernur Melki menilai, keterhubungan jalur darat di kawasan utara akan menentukan kemampuan wilayah dalam menghadapi kondisi darurat, terutama ketika akses transportasi lain mengalami hambatan.

“Ini selalu terjadi dari bencana gempa 1992 silam, jalur utara Flores ini jadi penentu pergerakan bantuan. Kalau tidak bisa digerakkan lewat jalur darat, berarti hanya lewat udara maupun pun laut.”

Pernyataan tersebut menempatkan Jalan Lintas Utara Flores dalam perspektif yang lebih luas: infrastruktur sebagai penopang ketahanan wilayah. Ketika bencana datang, jalan yang terhubung dengan baik dapat membantu mempercepat pergerakan bantuan, menjangkau masyarakat terdampak, dan mendukung koordinasi penanganan darurat.

385 kilometer sudah beraspal, 87 kilometer masih menunggu penanganan

Berdasarkan data Kementerian PU, dari total panjang Jalan Lintas Utara Flores mencapai 472,48 kilometer, sebanyak 385,07 kilometer telah beraspal. Sementara itu, 87,41 kilometer lainnya belum beraspal.

Ruas yang belum beraspal tersebut terdiri atas 33,12 kilometer di kawasan hutan, 43,51 kilometer berupa jalan tanah, dan 10,78 kilometer berupa jalan beragregat.

Komposisi itu memperlihatkan bahwa pekerjaan yang harus diselesaikan tidak hanya menyangkut pembangunan pada ruas yang belum beraspal. Kementerian PU juga merencanakan peningkatan kualitas dan pelebaran jalan pada sejumlah bagian yang telah beraspal, tetapi belum memenuhi standar jalan nasional.

Dengan demikian, penyelesaian jalur ini mencakup dua kebutuhan sekaligus: membuka keterhubungan pada ruas yang belum memadai dan meningkatkan kualitas jalan yang sudah tersedia agar mampu mendukung mobilitas secara lebih optimal.

Target akhir 2028 menjadi tenggat penting bagi pelaksanaan agenda tersebut. Namun, pencapaian target itu akan sangat bergantung pada penanganan setiap ruas, termasuk bagian yang berada di kawasan hutan, serta kesinambungan pekerjaan pembangunan dan peningkatan kualitas jalan.

Ketika konektivitas membuka pintu ekonomi Flores

Bagi Gubernur Melki, manfaat Jalan Lintas Utara Flores tidak berhenti pada kelancaran perjalanan. Konektivitas yang semakin baik juga diharapkan menjadi pintu bagi pertumbuhan sektor produksi, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.

Flores memiliki potensi sumber daya dan daya tarik wisata yang tersebar di berbagai wilayah. Akan tetapi, potensi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar kegiatan ekonomi dapat berkembang dan hubungan antardaerah semakin mudah dijangkau.

Akses jalan yang lebih baik berpeluang memperlancar distribusi hasil produksi, memperpendek hambatan perjalanan, serta mendukung pergerakan wisatawan dan pelaku usaha. Pada saat yang sama, konektivitas yang terbangun secara berkelanjutan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi daerah.

Gubernur Melki menegaskan pentingnya membuka akses transportasi di kawasan utara sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan Flores.

“Kalau akses transportasi jalur utara dibuka, maka sektor produksi, pariwisata, ekonomi akan terbuka. Flores bisa jauh lebih berkembang.”

Harapan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan jalan perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang. Manfaatnya tidak hanya diukur dari panjang ruas yang selesai dikerjakan, tetapi juga dari kemampuan infrastruktur itu menghubungkan masyarakat dengan pusat pelayanan, pasar, kawasan produksi, dan destinasi wisata.

Pada akhirnya, Jalan Lintas Utara Flores bukan sekadar garis panjang yang membelah bentang alam Pulau Flores. Ia merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan menghadapi bencana, memperluas akses ekonomi, dan menghubungkan masyarakat yang selama ini membutuhkan infrastruktur transportasi lebih baik.

Dengan target penyelesaian paling lambat akhir 2028, perhatian kini tertuju pada konsistensi pelaksanaan pembangunan. Sebab, bagi masyarakat Flores, keberhasilan proyek ini bukan hanya tentang rampungnya jalan, melainkan tentang hadirnya akses yang lebih aman, konektivitas yang lebih kuat, dan peluang kehidupan yang semakin terbuka.

BELUPOS.Com — Suara dari Perbatasan untuk Dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *