banner 728x250

Di Bawah Sayap Langit Perbatasan, Bandara A.A. Bere Talo Menyambut Akhir Tahun 2025

ATAMBUA, |BELUPOS.Com)
Langit Haliwen selalu punya cara sendiri menyapa akhir tahun. Di antara desir angin perbatasan dan sayap pesawat yang bersiap mengangkasa, Bandara A.A. Bere Talo berdiri sebagai gerbang sunyi yang tak pernah lelah menunggu kepulangan, keberangkatan, dan harapan-harapan kecil yang dibawa para penumpang.

Menjelang penghujung 2025, bandara yang menjadi nadi transportasi udara Kabupaten Belu itu kembali membenahi diri. Bukan semata soal landasan dan jadwal, tetapi tentang kesiapan menjaga keselamatan, ketertiban, dan denyut pergerakan manusia di wilayah yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste.

Di ruang kerja yang menghadap apron bandara, Kepala Bandara A.A. Bere Talo, S. Charles B. Malaikosa, menyampaikan bahwa persiapan akhir tahun dilakukan secara menyeluruh. “Bandara bukan hanya tempat pesawat mendarat dan lepas landas, tetapi ruang aman bagi setiap orang yang menitipkan perjalanannya kepada kami,” ujarnya kepada Belu Pos, Senin (15/12/2025).

Untuk memastikan kelancaran arus Natal dan Tahun Baru, Pelaksana Harian Kepala Bandara, Rio, menjelaskan bahwa pihaknya akan membentuk Posko Angkutan Udara Nataru yang beroperasi mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan pusat kegiatan di Bandara A.A. Bere Talo.

Posko tersebut akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel bandara, TNI, Polri, AirNav Indonesia, BMKG, hingga maskapai Wings Air. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga ritme penerbangan tetap aman di tengah lonjakan aktivitas akhir tahun.

“Posko ini adalah ruang koordinasi. Semua bergerak bersama agar pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang tetap terjaga,” kata Rio, dengan nada tenang namun penuh keyakinan.

Ia mengungkapkan, terdapat peningkatan pergerakan penumpang dibandingkan tahun sebelumnya, sebuah isyarat bahwa langit Atambua kembali ramai oleh cerita-cerita perjalanan: pulang kampung, tugas negara, hingga urusan keluarga yang tak bisa ditunda.

Saat ini, penerbangan di Bandara A.A. Bere Talo dilayani oleh Maskapai Wings Air dengan rute Atambua–Kupang, yang beroperasi secara reguler setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Jadwal yang sederhana, namun menjadi urat nadi penting bagi mobilitas masyarakat perbatasan.

Di bawah cahaya senja Haliwen, suara mesin pesawat bukan sekadar deru logam. Ia adalah penanda bahwa perbatasan tetap hidup, bergerak, dan terhubung. Bandara A.A. Bere Talo pun terus bersiap, menjaga langitnya tetap ramah bagi setiap perjalanan—menuju akhir tahun, dan harapan baru yang menunggu di awal 2026

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *