Berita UtamaPolitikPolkamwarta Kota

Prabowo Tegaskan Persatuan Elit Penentu Masa Depan Bangsa

25
×

Prabowo Tegaskan Persatuan Elit Penentu Masa Depan Bangsa

Sebarkan artikel ini

JAKARTA  |BELUPOS.Com— Di ruang Istana Kepresidenan yang menjadi saksi lahirnya berbagai keputusan strategis negara, pesan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (31/7/2026) melampaui sekadar pidato seremonial. Ia mengajak seluruh elemen bangsa menoleh pada pelajaran yang telah berulang kali ditulis sejarah: kejayaan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya, melainkan oleh kemampuan para elitnya menyingkirkan ego demi kepentingan bersama.

Dalam pertemuan bersama jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan suatu bangsa selalu bertumpu pada soliditas para pemimpinnya. Sebaliknya, perpecahan di kalangan elit menjadi jalan panjang menuju kemunduran.

“Semua bangsa yang berhasil, elitenya bisa kerja sama. Semua negara yang gagal, elitenya ribut,” tegas Presiden Prabowo Subianto di hadapan para pimpinan Kadin, menghadirkan pesan sederhana namun sarat makna bagi arah perjalanan Indonesia.

Bagi Prabowo, sejarah dunia telah berkali-kali memperlihatkan pola yang sama. Negara-negara yang mampu melompat menjadi kekuatan besar selalu diawali oleh kepemimpinan yang rukun, saling percaya, dan memiliki visi kolektif. Sebaliknya, pertikaian berkepanjangan di kalangan elit hanya menguras energi bangsa serta menghambat lahirnya kebijakan yang berpihak pada kemajuan rakyat.

Karena itu, ajakan menjaga persatuan terus ia gaungkan dalam berbagai kesempatan, baik di hadapan pemimpin politik, tokoh masyarakat, pemuka agama, maupun pelaku usaha. Baginya, kebersamaan merupakan fondasi yang tidak dapat digantikan oleh kekuatan ekonomi ataupun politik semata.

Di hadapan para pengusaha nasional, pesan persatuan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam agenda pembangunan ekonomi. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dipandang sebagai prasyarat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen, memperluas pemerataan kesejahteraan ke berbagai daerah, sekaligus mengoptimalkan pengelolaan investasi nasional melalui Danantara.

Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Ia melihat kesamaan visi sebagai modal besar untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Kompetisi adalah sesuatu yang wajar. Namun setelah pertandingan selesai, semua harus kembali bersatu, saling merangkul, dan yang kuat menarik yang lemah,” pesan Prabowo, menegaskan bahwa persaingan tidak boleh berubah menjadi perpecahan yang merugikan kepentingan bangsa.

Di tengah dinamika politik dan tantangan ekonomi global yang terus berubah, pernyataan Presiden memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar seruan moral. Stabilitas politik, kepastian arah kebijakan, serta harmonisasi hubungan antara pemerintah dan dunia usaha merupakan faktor yang kerap menjadi penentu kepercayaan investor sekaligus keberhasilan pembangunan jangka panjang. Dalam konteks itulah, persatuan elit bukan sekadar simbol kebersamaan, melainkan kebutuhan strategis bagi masa depan Indonesia.

Pada akhirnya, sebuah bangsa tidak dikenang karena seberapa keras para pemimpinnya saling mengalahkan, melainkan karena seberapa tulus mereka memilih berjalan bersama. Sebab sejarah selalu memberi tempat terhormat kepada mereka yang mampu mengubah persatuan menjadi kekuatan, dan kekuatan itu menjadi kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Penulis: Redaksi lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *