ATAMBUA | BELUPOS.COM – Riuh langkah para atlet muda, sorak para pendamping, dan semangat yang memancar dari wajah ratusan pelajar menjadi penanda dimulainya lembaran baru pembinaan olahraga di Kabupaten Belu. Di balik seremoni pembukaan, tersimpan harapan besar bahwa dari arena-arena sederhana inilah calon atlet masa depan daerah akan lahir.
Kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD/MI dan SMP/MTs tingkat Kabupaten Belu Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Belu AcaraVicente Hornai Gonsalves, ST.
Acara tersebut turut didampingi Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar serta Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter, serta dihadiri para kepala sekolah, tim juri, dan ratusan atlet pelajar yang siap bertanding selama dua hari, mulai 6 hingga 7 Juli 2026.
Sebanyak 302 atlet tercatat ambil bagian dalam ajang pembinaan olahraga pelajar tersebut. Mereka terdiri atas 134 atlet tingkat SD/MI dan 168 atlet tingkat SMP/MTs, yang akan menunjukkan kemampuan terbaiknya pada empat cabang olahraga.
Keempat cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi Pencak Silat di GOR L.A. Bone Atambua, Renang di Kolam Renang Satya Yudha Bhakti 744 Tobir, Bulu Tangkis di Gedung Romei, serta Atletik di Stadion Haliwen.
Di tengah semangat kompetisi, Wakil Bupati Belu memberikan penekanan yang tidak hanya ditujukan kepada para peserta, tetapi juga kepada seluruh perangkat pertandingan. Baginya, kualitas seorang juara lahir dari proses yang bersih, bukan dari penilaian yang berpihak.
“Saya menegaskan kepada Bapak dan Ibu juri, ketika memberikan penilaian harus dilakukan secara jujur. Berikan penilaian yang objektif agar kompetisi ini benar-benar melahirkan juara yang berkualitas membawa nama daerah,” tegas Wakil Bupati Belu.
Pesan tersebut menjadi penanda bahwa O2SN bukan sekadar ajang mencari pemenang, melainkan ruang pembentukan karakter yang menjunjung tinggi kejujuran, integritas, dan sportivitas sebagai fondasi utama prestasi.
Secara kontekstual, penyelenggaraan O2SN memiliki arti strategis bagi Belu. Kompetisi berjenjang seperti ini menjadi jalur penting untuk menemukan bibit-bibit atlet sejak usia sekolah, sekaligus memperkuat pendidikan karakter melalui pengalaman berkompetisi secara sehat. Ketika pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dan penilaian berlangsung objektif, peluang lahirnya atlet yang mampu mengharumkan nama Belu di tingkat provinsi hingga nasional akan semakin terbuka.
O2SN 2026 pun diharapkan menjadi panggung bagi generasi muda Belu untuk mengasah bakat, menorehkan prestasi, sekaligus belajar bahwa kemenangan sejati tidak hanya ditentukan oleh medali, tetapi juga oleh kejujuran, disiplin, dan kehormatan dalam setiap langkah yang mereka tempuh di arena pertandingan.













