ATAMBUA, |BELUPOS.Com) – Menata tanah, mengolah lahan, dan menanam harapan. Itulah semangat yang mengalir dalam Rapat Kerja Pembukaan dan Pengolahan Lahan Pertanian Desa yang dipimpin langsung Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., di Gedung Wanita Betelalenok, Jumat (26/9/2025).
Rapat yang mempertemukan staf ahli bupati, staf khusus, para kepala desa, penjabat kepala desa, hingga perangkat desa se-Kabupaten Belu ini tak sekadar forum administratif, melainkan ruang untuk merajut cita-cita bersama: menjadikan desa sebagai penopang kemandirian pangan.
“Desa adalah ujung tombak. Jika desa mampu mengolah lahan secara maksimal, maka kemandirian pangan Belu akan tercapai, dan rakyat akan merasakan langsung hasilnya,” ungkap Vicente Hornai penuh keyakinan.
Diskusi berlangsung hangat. Para pemimpin desa menyuarakan pengalaman sekaligus tantangan dalam membuka lahan pertanian. Pemerintah daerah pun menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menghadirkan solusi nyata, dari penyediaan benih, pupuk, hingga pendampingan teknis yang berkesinambungan.
“Kita tidak boleh berhenti di wacana. Setiap desa harus bergerak, karena pangan adalah dasar kehidupan. Dari sawah dan kebun desa, lahir masa depan Belu yang lebih sejahtera,” tegas Wakil Bupati.
Dalam suasana penuh semangat, rapat kerja itu meneguhkan kembali tekad bersama: membangun kedaulatan pangan dari akar rumput, agar Belu tidak sekadar menjadi konsumen, tetapi produsen yang tangguh dan mandiri.
Belu Pos – Menyuarakan Suara Kebenaran dari Perbatasan















