ATAMBUA |BELUPOS Com) – Di bawah langit Kota Atambua, kisah tentang harapan dan keterampilan terukir. Pelatihan Meubelair HPL, yang digagas oleh Bripka Yohanes Ambar Subekti, telah usai, meninggalkan jejak inspirasi bagi karang taruna Fatubenao. Namun, semangat untuk terus berkarya takkan pernah padam.
Senin (13/10/2025), menjadi saksi bisu penutupan pelatihan yang dihadiri oleh Aloysius Fahik, S.STP, mewakili Wakil Bupati Belu. Camat Kota Atambua, Yohanes Moruk, S.STP, turut hadir, menyampaikan rasa terima kasih kepada Wadanyon Brimob Pelopor A Atambua atas dukungan yang diberikan.
“Ilmu itu mahal,” ujar Camat Moruk dengan nada bersemangat. “Kelompok Pelopor Meubelair tidak boleh bubar. Teruslah menghasilkan produk-produk baru. Tahun 2026, saya perintahkan agar dianggarkan lagi belanja peralatan kerja, agar setiap anggota memiliki alat yang memadai.”
Apresiasi juga datang dari Ajun Komisaris Polisi Barros, yang berharap pelatihan ini dapat direplikasi di kelurahan lain, bahkan di kecamatan lain di Kabupaten Belu. Wakil Bupati Belu, melalui Staf Ahli Aloysius Fahik, S.STP, mengagumi hasil pelatihan yang luar biasa.
“Meubelair ini hanya ada di Fatubenao,” kata Aloysius Fahik dengan penuh keyakinan. “Sehingga menjadi centra produk meubelair HPL di Belu. Kita bisa menghidupkan UMKM di wilayah kita.”
Joanito Barros, Ketua Kelompok, mengungkapkan kesan mendalam tentang Bripka Johan sebagai pelatih yang baik dan disiplin. Dalam waktu singkat, mereka berhasil menghasilkan lima unit barang siap pakai.
Setelah penutupan, alat-alat kerja diserahkan kepada peserta, menjadi modal awal untuk mewujudkan mimpi. Ketua LPM, Egidius Mau Taek, menyampaikan terima kasih atas terwujudnya usulan masyarakat yang telah lama dinantikan. Lurah Fatubenao, Stefanus Pires, berharap kelompok pelopor meubelair HPL dapat terus berkembang dan sukses di masa depan.















