Sayuran Hijau Jadi Simbol Ketahanan Pangan dan Kemandirian
NAIBENU, |BELUPOS.Com] – Di tepian perbatasan, lahan kosong di samping barak Pos Pamtas RI-RDTL Manamas perlahan menjelma kebun harapan. Rabu (27/8/2025), personel Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY yang dipimpin Sertu Padang Muwito memanen hasil bumi sederhana: sawi, kangkung, bayam, dan cabai.
Hijaunya dedaunan yang baru dipetik bukan sekadar pemenuh kebutuhan dapur prajurit, tetapi juga simbol kemandirian pangan di garis batas negeri.
“Kami sangat senang dengan hasil panen ini. Sayuran yang kami tanam segar karena dipetik langsung dan ditumbuhkan dengan pupuk organik,” ujar Sertu Padang dengan senyum puas.
Panen sayuran itu mengurangi belanja dapur anggota pos, sekaligus menjadi penegas bahwa ketahanan pangan bisa dirintis dari sebidang tanah sederhana. Dengan cangkul dan semangat, prajurit TNI menata tanah tandus menjadi ruang hidup.
Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan, kegiatan pertanian ini menjadi inspirasi. Satgas Pamtas ingin masyarakat sekitar melihat bahwa lahan tidur bisa disulap menjadi ladang yang memberi manfaat.
Di perbatasan yang sering identik dengan patroli dan senjata, hadir pula cerita tentang pupuk organik, siraman air pagi, dan panen cabai merah. Itulah wajah lain prajurit: bukan hanya penjaga kedaulatan, tapi juga penyemai kehidupan.















