banner 728x250

Sampah Pasar Lolowa, Jeritan Sunyi dari Perbatasan

 

ATAMBUA | BELUPOS.COM – Di setiap Jumat hingga Minggu, Pasar Lolowa menjelma simpul pertemuan. Warga dari Belu, Malaka, dan TTU berbaur, membawa hasil kebun, barang dagangan, dan cerita hidup. Namun di balik hiruk-pikuk itu, ada wajah lain yang tak pernah tersenyum: sampah yang menumpuk dan kian memprihatinkan.

Musim hujan memperparah keadaan. Air yang datang dari Desa Tukuneno menyeret tumpukan sampah, menjadikan bilangan pasar bagai lautan limbah. Kotak sampah yang tersedia hanya sedikit, jauh dari cukup menampung gelombang sampah yang lahir dari denyut perdagangan lintas batas.

“Kami mohon perhatian dari Bupati Wily Lay. Pasar ini penting bagi semua, tapi sampah kalau tidak ditangani dengan baik akan jadi malapetaka. Tolong beri perhatian khusus,” pinta Maria Lurdes Diaz, Ketua RT 06 Kelurahan Lidak, dengan suara lirih namun penuh harap.

Maria, dikenal sebagai RT termuda di Lidak, berbicara bukan sekadar soal sampah. Ia juga mengetuk hati agar pengelola pasar melibatkan tenaga kerja lokal, memberi ruang bagi masyarakat sekitar untuk ikut menjaga wajah pasar. “Kalau tidak, masalah sosial lain bisa ikut tumbuh,” tambahnya.

Di halaman kantor Kelurahan Lidak, dalam dialog bersama Bupati Belu, suara sederhana itu bergema. Sebuah jeritan sunyi, lahir dari pasar kecil di perbatasan, yang meminta keadilan dalam hal paling sederhana: kebersihan dan perhatian manusiawi.


🌍 Multilingual Version

Bahasa Indonesia:
Sampah bukan hanya persoalan kotor, tapi cermin kepedulian. Di Pasar Lolowa, suara rakyat meminta agar pemerintah tidak menutup mata.

Atambua–Lidak Style:
Sampah e lahan pasar Lolowa su jadi masalah berat. Torang minta pemerintah buka mata, bantu kasi bersih supaya pasar tetap jadi tempat baik buat semua orang.

Bahasa Timor Leste (Tetum):
Lixo iha Pasar Lolowa la’ós de’it problema kotor, maibé mos sinal cuidado. Povu husu governu atu la halakon matan, maibé fo atensaun ba limpeza no moris di’ak.


Belupos.com – Menyuarakan Suara Rakyat dari Perbatasan Untuk Nusantara ✨


 

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *