BETUN |BELUPOS.Com) – Subuh berdarah di Dusun Fatuhahu, Desa Sanleo, Kecamatan Malaka Timur, 21 Agustus 2025, meninggalkan luka yang lebih dalam daripada tusukan di dada seorang pemuda. Di balik gelap dini hari, jeritan minta tolong pecah, membangunkan warga dan membuka lembaran baru kisah kriminal yang mengguncang Malaka.
Korban berinisial JIM (23) tersungkur dengan luka tusuk di dada kanan. Dalam kondisi lemah, ia sempat berlari mencari pertolongan sebelum akhirnya roboh di hadapan warga. Dari sanalah, laporan polisi pun mengalir, membuka jalan bagi aparat untuk bergerak cepat memburu pelaku.
Hanya tiga hari berselang, tepat pada Minggu, 24 Agustus 2025 pukul 16.25 Wita, Unit Buser Polres Malaka menutup pelarian seorang pemuda berinisial JAS (22). Ia diciduk tanpa perlawanan di Desa Dhirma, Kecamatan Malaka Timur, lalu digelandang ke Mapolres Malaka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasat Reskrim Polres Malaka, IPTU Dominggus Natalino Sanjoyo Lesu Duran, S.H., mewakili Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari respon cepat dan sinergi polisi dengan masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang proaktif melaporkan peristiwa ini. Polres Malaka berkomitmen untuk menghadirkan rasa aman dan memastikan setiap tindak pidana diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya tegas.
Situasi penangkapan berlangsung tertib dan kondusif. Namun, di balik itu tersimpan pesan keras: bahwa kejahatan sekecil apa pun, apalagi yang menumpahkan darah, tidak akan lolos dari kejaran hukum. Saat ini, tersangka JAS tengah diperiksa intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Malaka.
Polres Malaka pun kembali mengingatkan warga agar selalu menjaga keamanan lingkungan. Sebab, ketertiban bukan hanya tugas polisi, melainkan kewajiban bersama.















