MALAKA [BELUPOD.COM] – Jalanan Kota Betun siang itu menjadi saksi bagaimana suara masyarakat disalurkan dalam bingkai demokrasi yang damai. Sekitar 15 mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Revolusi Malaka menggelar aksi damai, sementara Polres Malaka hadir penuh tanggung jawab mengawal agar situasi tetap aman dan kondusif, Kamis (4/9/2025)
Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., turun langsung memimpin pengamanan. Dengan sikap tenang namun tegas, ia menegaskan komitmen Polres Malaka dalam menjaga ruang demokrasi.
“Polres Malaka menjamin kebebasan berpendapat di muka umum. Namun kebebasan itu harus diwujudkan dengan cara damai, tertib, dan sesuai aturan hukum. Kami hadir bukan untuk membatasi, melainkan memastikan aspirasi tersampaikan dengan aman,” ujar Kapolres.
Aksi berjalan dari titik kumpul di Marga PMKRI menuju Kantor DPRD Malaka, diwarnai orasi tentang isu pemerintahan daerah, infrastruktur, dan pengelolaan anggaran. Massa akhirnya diterima dalam audiensi terbuka bersama DPRD dan Wakil Bupati Malaka.
Pertemuan yang juga dihadiri jajaran TNI, Polri, serta insan pers berlangsung dalam nuansa dialogis dan penuh kekeluargaan. Kapolres kembali mengingatkan pentingnya musyawarah dan transparansi agar aspirasi masyarakat menemukan jawabannya.
Hingga pukul 13.30 Wita, seluruh rangkaian kegiatan selesai dengan aman tanpa gangguan kamtibmas—buah sinergi aparat keamanan dan partisipasi masyarakat.
English Version
Malaka Police Secure Peaceful Protest, Uphold Commitment to a Safe Democracy
Malaka, September 4, 2025 – The streets of Betun witnessed a rare harmony of voices and vigilance as members of the Malaka Revolution Movement staged a peaceful protest. With around 15 participants from youth and student organizations, the demonstration unfolded under the careful watch of Malaka Police, ensuring safety and order.
Police Chief AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., personally led the security operation, reinforcing the police’s humanist approach to democracy.
“Malaka Police guarantee the right to free expression in public. Yet such freedom must be exercised peacefully, orderly, and within the law. We are here not to limit, but to protect, so that every aspiration can be delivered safely,” he affirmed.
The rally ended with an open audience at the Malaka Regency Parliament building, joined by the Vice Regent, council members, police, military, and journalists. Dialogue was conducted in a transparent and family-like atmosphere.
By 1:30 p.m., the protest concluded peacefully, marking a success story of synergy between security forces and the community in safeguarding democracy.
Versão Português/Tetum
Polísia Malaka Proteje Manifestasaun Pasífiku, Afirma Kompromisu ba Demokrasia Seguru
Malaka, 4 de Setembro 2025 – Dalan iha Betun hodi buka laloran, laran susar ho dame, bainhira Aliansa Gerasaun Revolusaun Malaka halo manifestasaun pasífiku. Liu hosi 15 estudante no juventude partisipa, manifestasaun ne’e hala’o ho vigilánsia humanista husi Polísia Malaka.
Komandante Polísia, AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., lidera direto operasaun seguransa. Nia hatudu klaru katak Polísia Malaka sei fiar ba espasu demokrasia iha laran dame.
“Polísia Malaka garante direitu atu exprime opiniaun iha laran publiku. Maibé liberdade ne’e tenke hala’o ho dame, disciplina, no tuir lei. Ami la’os atu tauk, maibé atu garante katak aspirasaun sira sei hateten ho seguru,” hatete Komandante.
Manifestasaun remata ho audiencia abertu iha Parlementu Malaka, ne’ebé partisipa Vice Bupati, membru parlamentu, F-FDTL no jornalista sira. Enkontru hala’o ho dialógu klaru no ambiénte familia.
To’o oras 13.30 Wita, ativdade hotu-hotu remata ho seguru, hanesan prova sinerjia entre forsa seguransa no komunidade atu hadia demokrasia.















