ATAMBUA, |BELUPOS.COM |– Di balik senyum bunga di gang-gang Lidak, ada riak kegelisahan yang selalu datang setiap musim kemarau.
Masyarakat Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan, harus berjuang demi setetes air bersih—untuk minum, mandi, hingga sekadar membasuh harapan.
Tokoh masyarakat Lidak, Edmundus Sillan, mengungkapkan keresahan itu langsung di hadapan Bupati Belu, Willybrodus Lay, saat pencanangan nama gang di halaman kantor kelurahan Lidak, Kamis (18/9/2025).
“Setiap tahun musim panas, kami harus membeli air tengki untuk hidup sehari-hari. Dengan pendapatan terbatas, ini menjadi beban berat bagi warga,” ujar Edmundus lirih.
Bupati Wily Lay tak menutup mata. Ia menegaskan bahwa masalah air bersih sudah menjadi atensinya, dan tahun 2026 akan menjadi tahun perubahan bagi 6.000 warga Lidak.
“Kami sedang mencari sumber mata air dan memanfaatkan bak penampung yang ada. Dengan listrik dan bor, kita akan isi kembali agar masyarakat tak lagi gelisah soal air,” kata Bupati dengan penuh harap.
Hiruk pikuk soal air di Lidak kini sudah sampai ke telinga pemimpin daerah. Harapan pun mengalir, semoga tahun depan lorong-lorong Lidak bukan hanya harum bunga, tetapi juga segar oleh air kehidupan.
🇬🇧 ENGLISH
Water Struggles in Lidak: Regent Wily Lay Promises Solution in 2026
ATAMBUA, BELUPOS.COM – Behind the floral charm of Lidak’s alleys lies a persistent worry: water. Each dry season, the people of Lidak must wrestle with scarcity, stretching every drop to drink, bathe, and survive.
Community leader Edmundus Sillan voiced this struggle directly to Regent Willybrodus Lay during the alley-naming ceremony at Lidak Village Office on Thursday, September 18, 2025.
“Every dry season, we are forced to buy tanker water for daily needs. With limited income, this becomes a heavy burden for us,” Edmundus said quietly.
Regent Wily Lay assured that the problem has not escaped his attention. He promised that by 2026, a concrete solution will serve Lidak’s 6,000 residents.
“We are identifying water sources and existing reservoirs. With electricity and bore pumps, we will ensure water flows again, so our people no longer worry,” he declared with hope.
For Lidak, 2026 may no longer be a season of thirst, but a season of life.
🇹🇱 TETUM (Timor Leste)
Problema Bee iha Lidak: Bupati Wily Lay Fo Promesa ba 2026
ATAMBUA, BELUPOS.COM – Iha loron matak ho fulan bunga iha gang Lidak, povu hela iha luta ida: bee mos. Kada tempu udan la iha, ema Lidak presiza luta hodi hetan bee mos para hemu, para banho, no para moris.
Lider komunidade, Edmundus Sillan, hatete problema ida-ne’e ba Bupati Belu, Willybrodus Lay, bainhira lansaun naran gang iha eskritoriu suku Lidak, Khamis (18/9/2025).
“Kada tempu kalan, ami tenke sosa bee husi tengki. Ho rendimentu ki’ik, ida-ne’e sai buat barak ba povu,” Edmundus dehan.
Bupati Wily Lay fó garantia katak problema bee sei solusiona iha tinan 2026.
“Ami sei buka fonte bee foun no uza tanan bak ne’ebé iha. Ho eletrisidade no bor, ami sei tau bee fila fali ba povu,” Bupati hatete ho esperansa.
Agora, povu Lidak hein, atu tempu mai la’ós tempu hamlaha bee, maibé tempu moris foun.
🪶 BAHASA BELU ATAMBUA
Masalah Ai-mean iha Lidak: Ama Bupati Wily tau janji 2026
ATAMBUA, BELUPOS.COM – Sona bunga iha gang Lidak manas, maibé iha dalan ki’ik ida, ai-mean la. Kada musin panas, rai Lidak susah ai-mean—hemu, mandi, basuh liafuan.
Tokoh rai, Ama Edmundus Sillan, buka lia-ne’e ba Ama Bupati Wily bainhira acara canang nama gang iha kantor kelurahan, Kamis (18/9/2025).
“Musin panas, ami beli ai-mean tengki demi hari-hari. Duit ki’ik jadi susah ba keluarga,” lia Ama Edmundus.
Ama Bupati Wily buka janji. Nia dehan masalah ai-mean sei jadi atensi, iha 2026 rai Lidak su bebas susah.
“Ami buka sumber ai-mean foun, bak lama fali, pumpu ho listrik, supaya ai-mean fila ba lorong Lidak,” kata Ama Bupati.
Rai Lidak su tahan lama haus. Tinan mai, lorong su jadi lorong ai-mean, lorong moris.















