banner 728x250

Pemerintah Hadir di Tengah Warga: Layanan Terpadu Pemkab OKI Menyapa Tulung Selapan

OKI |BELUPOS.Com]– Pagi yang teduh di Tulung Selapan berubah menjadi momen istimewa bagi Riko, seorang pelajar SMA.

Untuk pertama kalinya ia mengurus KTP—dokumen identitas yang biasanya hanya bisa diakses jauh di ibu kota kabupaten, Kayuagung, 87 kilometer dari desanya. Kali ini, cukup di kantor kecamatan, ia bisa mendapatkan layanan dengan cepat dan mudah.

“Awalnya saya pikir harus ke Kayuagung, antre lama, keluar biaya banyak. Ternyata semua bisa di sini, cepat dan mudah. Saya senang sekali,” ujar Riko dengan mata berbinar saat mengikuti Pos Pelayanan Terpadu Pemkab OKI di Kantor Camat Tulung Selapan, Selasa (26/8/2025).

Di sudut lain halaman, Mulyadi, warga Desa Tulung Selapan Ilir, menenteng map berisi berkas. Senyumnya tak kalah lega.

“Biasanya urus dokumen habis waktu seharian dan ongkos besar. Sekarang cukup di kecamatan, semua selesai dalam sehari. Sangat membantu,” tuturnya.

Negara Hadir Lewat Pelayanan Nyata

Cerita Riko dan Mulyadi hanyalah sepotong dari wajah bahagia warga Tulung Selapan. Setelah sukses di Kecamatan Lempuing Jaya, kini giliran masyarakat pesisir dan perairan ini merasakan langsung kemudahan layanan terpadu.

Di satu lokasi, warga bisa mengurus administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan, layanan KB gratis, pendaftaran BPJS PBI, pembuatan kartu pencari kerja, informasi lowongan kerja, penerbitan NIB, sertifikasi halal, hingga edukasi pajak dan sunat massal gratis. Tak hanya itu, layanan vertikal dari BPN, KPP Pratama Kayuagung, dan BPJS Kesehatan pun ikut hadir.

“Tak Ada Lagi Jarak Antara Rakyat dan Pemerintah”

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa program ini adalah solusi nyata atas keterbatasan akses warga di wilayah terpencil.

“Kami ingin masyarakat tidak lagi merasa jauh dari pemerintah. Cukup datang ke kecamatan, semua kebutuhan dasar bisa terlayani. Inilah cara kami menghadirkan negara di tengah rakyat,” ujarnya.

Muchendi menambahkan, pos pelayanan terpadu bukan agenda sesaat, melainkan program berkelanjutan.

“Semua layanan gratis, tanpa pungutan. Kami ingin memastikan pelayanan ini semakin mudah, cepat, dan bisa menjangkau seluruh kecamatan di OKI,” tegasnya.

Suara Syukur dari Perairan

Bagi Camat Tulung Selapan, Ricat, program ini terasa seperti jawaban atas kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayah luas dengan desa-desa perairan.

“Dengan adanya layanan terpadu, masyarakat kami tak lagi terbebani jarak. Terima kasih atas perhatian dan kepedulian pemerintah kabupaten. Kami berharap program ini terus hadir secara berkala,” ucapnya penuh harap.

Sejak pagi, antrean warga tak pernah surut. Mereka datang dengan harapan dan pulang dengan senyum. Bagi Riko, Mulyadi, dan ratusan warga lain, pos pelayanan terpadu ini bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan wujud nyata bahwa pemerintah benar-benar hadir—bukan hanya di pusat kabupaten, tetapi hingga ke desa-desa terpencil di tepian sungai dan rawa.


 

banner 325x300
Penulis: ErpiEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *