JAKARTA |BELUPOS.Com)-Di balik baret merah yang gagah berani, terukir kisah cinta mendalam pada Ibu Pertiwi.
Kopassus, dengan validasi satuan barunya, bukan hanya mempertegas kekuatan, namun juga merajut simpul-simpul pengabdian yang abadi.
Di bawah langit September yang mulai merindukan senja, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menggelar upacara sakral. Bukan sekadar peresmian satuan, melainkan sebuah deklarasi cinta; janji setia yang terpatri dalam setiap langkah dan detak jantung prajurit.
Validasi organisasi ini adalah napas segar, memperkokoh pilar-pilar pertahanan negara dengan sentuhan inovasi dan dedikasi.
Satuan-satuan strategis lahir bagai tunas harapan: Satdukmin, Satduklog, Menlatpurjuang, Satsiber, dan Denpom. Masing-masing dipimpin oleh putra-putra terbaik bangsa, yang namanya terukir dalam prasasti pengabdian. Tak ketinggalan, 23 Batalyon dan 6 Detasemen Anti Teror hadir sebagai perisai, melindungi setiap jengkal tanah air dari ancaman yang mengintai.
Panglima Kopassus, Letnan Jenderal TNI Djon Afriandi, S.I.P., MS.DA., dengan tatapan penuh keyakinan, menyampaikan amanat yang membakar semangat:
“Tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka tanpa tentara yang tangguh dan kuat. Validasi ini adalah bagian dari transformasi Kopassus menuju kekuatan pertahanan yang modern, adaptif, dan profesional yang hanya memiliki satu kepentingan, yaitu kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
Sebuah kutipan yang menggema, meresonansi dalam jiwa setiap prajurit, membangkitkan gelora untuk terus berbakti. Kopassus bukan hanya tentang kekuatan fisik dan strategi perang, tetapi juga tentang cinta yang mendalam pada negeri ini. Cinta yang tak lekang oleh waktu, cinta yang abadi.















