SUKABUMI, |BELUPOS.Com] – Di tengah potensi gesekan yang kerap lahir dari persoalan batas tanah, dua perusahaan besar di Sukabumi, PT Bogorindo Cemerlang dan PT Indonesia Power, memilih jalan yang lebih mulia: duduk bersama, bermusyawarah, dan menutup perbedaan dengan semangat kekeluargaan.
Pertemuan yang digelar di Aula Kantor PT Bogorindo Cemerlang, Kamis (28/8/2028), menjadi saksi bagaimana persoalan ploting lahan yang sempat menimbulkan salah tafsir akhirnya sirna dalam pelukan dialog terbuka. Tak ada suara meninggi, tak ada pintu yang ditutup rapat—hanya itikad baik untuk menjaga harmoni.
Trimono, Tim Pemerhati Desa Tenjoya, mengapresiasi langkah kedua belah pihak yang memilih berdamai. “Ini bukan sekadar soal tanah, melainkan tentang cara menjaga keseimbangan hidup bertetangga. Kami bangga, dua perusahaan besar mampu menunjukkan kedewasaan dengan mengutamakan musyawarah,” ujarnya penuh harap.
Senada dengan itu, Pemerintah Desa Tenjoya pun menyambut baik penyelesaian damai tersebut sebagai upaya menjaga kondusivitas wilayah dan hubungan baik antar pihak.
AU Bintoro, Direktur PT Bogorindo Cemerlang, menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi positif bersama PT Indonesia Power. “Penyelesaian secara damai ini menjadi bukti betapa berharganya komunikasi terbuka. Kami menghargai itikad baik semua pihak, dan dengan tuntasnya persoalan ini, tidak ada lagi sengketa lahan. Kami tetap berkomitmen menjaga hubungan baik, dan lahan yang sempat masuk ploting telah kami serahkan kembali kepada PT Indonesia Power,” tuturnya penuh ketulusan.
Kisah ini menjadi catatan penting: bahwa bahkan di tengah urusan bisnis yang keras, nilai-nilai kekeluargaan tetap bisa menjadi penopang utama. Bahwa sekuat apa pun argumen, akan kalah oleh kekuatan duduk bersama, saling mendengar, dan saling memahami.
Dan pada akhirnya, lahan yang kembali ke pemiliknya bukan sekadar sebidang tanah—ia menjadi simbol hati yang kembali pada kedamaian.















