banner 728x250

Jejak Bunga di Gang Lidak: Bupati Wily Lay Canangkan Nama dan Nomor Rumah

ATAMBUA, |BELUPOS.COM| – Sejuk angin sore di Kelurahan Lidak, Atambua Selatan, mendadak harum oleh semerbak bunga. Kamis (18/9/2025), Bupati Belu Willybrodus Lay, S.H., mencanangkan program penamaan gang dan penomoran rumah—sebuah langkah sederhana, namun penuh makna bagi wajah pelayanan publik di perbatasan.

“Ini gagasan yang positif dan sangat membantu. Saya apresiasi camat, lurah, dan masyarakat Lidak yang bergandeng tangan demi pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Bupati Wily dalam sambutannya.

Lurah Lidak, Paulus Boi Sala, S.E., menjelaskan bahwa pencanangan ini bertujuan memberikan identitas resmi pada setiap gang. “Selain mempermudah pendataan administrasi, juga akan membantu masyarakat dan tamu yang datang agar lebih cepat menemukan alamat,” tuturnya.

Ada 75 papan nama gang yang dipasang. Semuanya diberi nama bunga: dari Kamboja, Mawar, Melati, hingga Bougenvil—seakan menyulam aroma keindahan di setiap lorong kecil Lidak.

  • RW 1: 9 gang, bunga Kamboja
  • RW 2: 9 gang, bunga Lantana
  • RW 3: 4 gang, bunga Mawar
  • RW 4: 6 gang, bunga Asoka
  • RW 5: 4 gang, bunga Bougenvil
  • RW 6: 8 gang, bunga Melati

Suasana pencanangan terasa hangat. Dimulai dengan sapaan adat Hasehawaka oleh tua adat Geradus Man, lalu diiringi tarian Likurai yang ritmis. Mama-mama dari Tim Penggerak PKK Kelurahan Lidak pun menyuguhkan pangan lokal kreasi sederhana—air pelepas dahaga yang menyatukan rasa syukur.

Hadir dalam acara itu Staf Ahli Bupati Aloysius Fahik Aqua, Anggota DPRD Belu Stanis Fahik, Camat Atambua Selatan Mely Laka, para lurah sekitarnya, ketua LPM, RW, RT, kader, tokoh masyarakat, serta insan pers.

Gang-gang di Lidak kini tak sekadar lorong. Ia menjelma menjadi jalur bunga, jalan kecil yang mengantar warganya menuju peradaban yang lebih tertata.


🌸 ENGLISH

Flower Paths of Lidak: Regent Wily Lay Launches Street Naming and House Numbering

ATAMBUA, BELUPOS.COM – The gentle afternoon breeze in Lidak, South Atambua, carried the fragrance of flowers as Regent of Belu, Willybrodus Lay, officially launched the naming of alleys and numbering of houses on Thursday, September 18, 2025. A simple step, yet deeply meaningful for public service in this borderland.

“This is a positive and helpful initiative. I truly appreciate the subdistrict head, the village head, and the people of Lidak for working hand in hand to improve public service,” said Regent Wily in his remarks.

Head of Lidak Village, Paulus Boi Sala, S.E., explained that the program provides official identities for every alley. “It will simplify administrative records and help both residents and visitors to quickly and accurately find addresses,” he noted.

A total of 75 alley signs have been installed, all named after flowers—Kamboja, Mawar, Melati, Bougenvil—turning narrow lanes into fragrant paths of beauty.

The event began with the traditional greeting Hasehawaka led by elder Geradus Man, followed by the rhythmic Likurai dance. The local women’s group presented traditional foods and refreshing drinks, symbolizing gratitude and togetherness.

Attendees included government staff, council members, community leaders, and the press. From now on, Lidak’s alleys are not just roads, but blooming passages guiding its people toward an orderly life.


🌸 TETUN (Timor Leste)

Dalan Suku Foun Lidak: Bupati Wily Lay Lansaun Naran Bunga ba Gang no Numerasaun Uma

ATAMBUA, BELUPOS.COM – Laran kalan iha Lidak, Atambua Selatan, senti ona hanoin moris foun bainhira Bupati Belu, Willybrodus Lay, lansaun programu atu fó naran ba gang sira no numerasaun ba uma-sira. Loron Khamis (18/9/2025), programa ida ne’e halo loron ne’ebé importante ba servisu públiku iha fronteira.

“Ide ne’e di’ak tebes. Hau hatudu apresiasi ba administrasaun no povu Lidak, hodi halo servisu públiku sai liu di’ak,” dehan Bupati Wily.

Xefe suku Lidak, Paulus Boi Sala, S.E., esplika katak programa ne’e sei fó identidádu ofisiál ba gang sira hotu. “Sei fasilita administrasaun no ajuda ema atu buka alamat ho lalais,” nia dehan.

Gang sira hotu mak tau naran husi bunga—Kamboja, Mawar, Melati, Bougenvil—hanesan loron ne’ebé tau odamatan foun iha Lidak.

Programa ne’e hahú ho lia adat Hasehawaka husi katuas adat Geradus Man, depois dudu Likurai. Feto-feto PKK fó han tradisionál no aimoruk fresku, hanesan laran kontente.

Agora, gang iha Lidak la’ós de’it dalan ki’ik. Nia sai dalan

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *