ATAMBUA |BELUPOS.Com]— Senin (1/9/2025), halaman Gedung DPRD Belu berubah menjadi panggung demokrasi. Aliansi Cipayung Plus turun ke jalan, membawa poster, spanduk, dan suara nurani yang bergema di antara panas matahari perbatasan.
Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H.,S.I.K tak hanya memantau dari jauh. Ia turun ke lapangan, berjalan beriringan dengan prajurit TNI, mengawal mahasiswa yang berteriak untuk keadilan bangsa.
“Kami hadir bukan untuk membungkam, tapi memastikan suara itu tersampaikan dalam damai,” ucapnya tenang.
Sementara seorang mahasiswa berseru dari atas mobil komando:
“Kami tidak menolak negeri ini, kami hanya ingin pemerintah mendengar suara rakyatnya!”
Hiruk pikuk jalan seakan menjadi simfoni, ketika aparat dan mahasiswa menyatu dalam satu komitmen: demokrasi tetap hidup di tanah perbatasan.
“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN daripadamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu.” (Mikha 6:8)















