banner 728x250

Bupati Belu Sambut Wahana Visi Indonesia: “Pendidikan, Kesehatan, dan Anak adalah Warisan Masa Depan”

ATAMBUA |BELUPOS.COM] — Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H, menyambut hangat kehadiran kembali Wahana Visi Indonesia di Kabupaten Belu. Ia menilai, hadirnya lembaga ini menjadi tanda kepedulian terhadap pembangunan manusia di perbatasan.

“Terima kasih kepada Wahana Visi Indonesia yang telah kembali hadir dan berkomitmen membantu masyarakat Belu. Program di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak sangat relevan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Bupati Willy Lay penuh syukur.

Menurutnya, Nusa Tenggara Timur, Papua, hingga Sulawesi adalah wajah Indonesia yang masih bergulat dengan tantangan pembangunan. “Kita melihat titik-titik program Wahana Visi Indonesia banyak di NTT. Hal ini tentu karena persoalan ekonomi yang masih menjadi akar masalah. Jika ekonomi meningkat, maka kesehatan anak, pendidikan, dan aspek lain pasti ikut berkembang,” jelasnya.

Ia berharap kerja sama ini berlanjut dari tahun ke tahun. “Harapan saya, Wahana Visi Indonesia bersama pemerintah dapat terus bergandengan tangan mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada. Pendidikan harus dipersiapkan dan dikawal dengan baik, sehingga visi kita dalam membangun masyarakat dapat tercapai,” pungkasnya.

📖 “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu.” (Amsal 22:6)


🇬🇧 English

ATAMBUA |BELUPOS COM|— The Regent of Belu, Willybrodus Lay, S.H, warmly welcomed the return of Wahana Visi Indonesia to Belu Regency. He regarded its presence as a sign of genuine concern for human development in the borderland.

“We are grateful to Wahana Visi Indonesia for coming back and committing once again to support the people of Belu. Programs in education, health, and child protection are deeply aligned with the government’s vision to improve the quality of life,” said Regent Willy Lay.

He underlined that regions such as East Nusa Tenggara, Papua, and Sulawesi represent Indonesia still wrestling with fundamental development challenges. “We see many of Wahana Visi Indonesia’s programs in NTT. This is because economic hardship remains the root problem. Once the economy improves, children’s health, education, and other aspects will flourish,” he explained.

He expressed hope for continuous partnership. “My wish is for Wahana Visi Indonesia and the government to walk hand in hand in finding solutions to our challenges. Education must be prepared and well-guarded, so that our vision of building a better society will be fulfilled,” he concluded.

📖 “Train up a child in the way he should go; even when he is old he will not depart from it.” (Proverbs 22:6)


🇵🇹 Português / Tetum Timor-Leste

ATAMBUA ,|BELUPOS.Com]— Administrador (Bupati) Belu, Willybrodus Lay, S.H, simu ho alegria Wahana Visi Indonézia ne’ebé fila fali atu servisu iha Munisípiu Belu. Nia konsidera prezensa ne’e hanesan sinal atensaun ba dezenvolvimentu umanu iha fronteira.

“Ami agradece Wahana Visi Indonézia ne’ebé fila fali hodi ajuda komunidade Belu. Programa iha área edukasaun, saúde, no proteksaun labarik ne’ebé hanesan parte importante husi visão governu atu aumenta qualidade moris,” hateten Bupati Willy Lay ho kontente.

Nia sublinha katak rai sira hanesan Nusa Tenggara Timur, Papua, no Sulawesi mak ainda enfrenta dezafiu dezenvolvimentu. “Haree program sira husi Wahana Visi Indonézia barak iha NTT. Nee tamba problema ekonomia mak ainda raíz problema. Se ekonomia aumenta, entaun saúde labarik, edukasaun, no área seluk sei hadia mos,” esplica nia.

Nia husu atu parcería ida ne’e kontinua ba tinan sira oin. “Esperansa hau mak Wahana Visi Indonézia hamutuk ho governu kontinua lao liman ho liman atu buka solusaun ba problema sira. Edukasaun tenke prepara no proteje di’ak, para visão ita atu hadia komunidade sei realisadu,” hateten nia.

📖 “Instrui labarik ho dalan ne’ebé di’ak ba nia; bainhira nia boot, nia lakohi haluha.” (Proverbios 22:6)


 

banner 325x300
Penulis: Redaksi Belupos/protokolSekbeluEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *