banner 728x250

Bila Karendi: Dari Tanah Hibah, Lahir Harapan Sebuah Desa Baru

 

SUMBAD|BELUPOS.Com) –Di tepian Kodi Utara, tepatnya di Desa Bukambero, Jumat (12/9/2025) siang pukul 12.00 Wita, selembar catatan sejarah lahir.

Evaluasi dan monitoring dari Pemerintah Daerah (PMD) Kabupaten Sumba Barat Daya menegaskan: Desa Persiapan Bila Karendi siap untuk dimekarkan.

Pemekaran bukan sekadar pemisahan administratif. Ia adalah doa panjang, harapan yang disulam dalam perjuangan, dan tanah yang dihibahkan dengan ikhlas.

“Perjuangan saya akhirnya terjawab dengan pemekaran serentak ini,” ujar Bernardus Wora Tebe, tokoh penggagas sekaligus penghibah lahan, dengan mata yang berkaca-kaca.

Feliks Kaka, yang hadir sebagai saksi, memastikan bahwa tanah hibah itu tidak bermasalah. “Ini tanah warisan orang tua, yang saya serahkan kepada Bernardus. Demi masa depan desa kita,” ucapnya lirih.

Tanah hibah itu membentang 120 meter panjangnya dan 40 meter lebarnya. Dari sanalah berdiri sebuah bangunan kantor desa berukuran 14 x 9 meter, dengan tembok permanen yang tegak menantang waktu, meski atapnya masih menunggu dipasang tahun ini.

Melkior Nani Bulu, Kepala Desa Induk Bukambero, menyambut penuh harapan. “Saya mendukung sepenuhnya. Semoga kantor desa ini bisa segera diatap. Bila Karendi punya potensi besar: ada kampung situs, dekat laut, bisa menjadi jalur wisata,” katanya, senyumnya menyiratkan optimisme.

Potensi itu nyata. Di Bila Karendi sudah ada SMK Pariwisata Sulu Bukambero, SMP Tamansiswa, SD Uma Ripi, Reli Koronde, SPAM Air Pakatollu di Bondokalogho, PAUD Poangga Denga, serta Gereja Bila Karendi. Di tanah yang dulu sepi, kini tumbuh pusat pendidikan, iman, dan harapan.

“Ana mandoku, tana Bila Karendi ka la wini ba – tanah ini adalah warisan kita, tempat generasi baru akan bertumbuh,” tutur Bernardus dalam bahasa Sumba, penuh haru.

Harapan itu bergema melewati batas. Dalam bahasa Inggris, Bernardus menambahkan, “This land is not just soil, it is a legacy, a promise for the children of tomorrow.”

Dan dengan aksen Timor Leste, ia menutup, “Iha rai ne’e, ita sei hakotu esperansa ba oan sira – di tanah ini, kita menanam harapan untuk anak-anak kita.”

Bila Karendi bukan sekadar desa persiapan. Ia adalah simbol kebersamaan: dari tanah yang dihibahkan, lahir ruang hidup baru, dan dari doa yang dipanjatkan, lahir sebuah desa yang bernama.


Belu Pos – Menyuarakan Suara Rakyat dari Perbatasan Untuk Nusantara

 

banner 325x300
Penulis: UmbuEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *