KUPANG |BELUPOS.Com)– Dalam suasana Car Free Day (CFD) Kupang, Sabtu pagi (23/8/2025), Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menghadiri kegiatan PAN Walk yang digelar Partai Amanat Nasional (PAN). Acara ini bukan sekadar ajang olahraga bersama, tetapi juga momentum syukur 27 tahun perjalanan PAN di panggung politik Indonesia.
Dengan suara bergetar penuh makna, Melki menyampaikan apresiasinya kepada PAN yang dianggap konsisten hadir memberi warna bagi pembangunan NTT.
“Usia 27 tahun bukan usia yang mudah. Namun PAN kini makin kokoh menyinari republik dan NTT. Saya mengajak kita semua belajar dari matahari. Seperti lagu lama PAN, Hanya Memberi Tak Harap Kembali. Pemimpin di NTT harus seperti sang surya, memberi tanpa meminta kembali,” ujar Melki.
Ia memberi penghargaan khusus kepada Ahmad Yohan, anggota DPR RI dari PAN yang disebutnya sebagai sosok yang mendorong dirinya kembali mengabdi di NTT.
“Bukan sekadar mendorong, Pak Ahmad Yohan sampai sekarang konsisten mendukung saya dan Pak Johni dalam mengurus NTT. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih,” katanya.
Melki juga menekankan bahwa dukungan PAN bukan berarti tanpa kritik. Baginya, partai politik harus tetap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.
“Saya berharap PAN terus memberikan kontribusi nyata, termasuk kritik, saran, dan dukungan. Karena saya percaya, hukum tabur tuai pasti terjadi: siapa yang menabur kebaikan akan menuai pada waktunya,” tutur Melki dengan nada reflektif.
Dalam kesempatan itu, Gubernur NTT berpesan agar PAN terus mendukung para kepala daerah yang telah terpilih, bekerja sama lintas partai, lembaga, dan masyarakat sipil.
“Partai mana pun yang berbuat baik untuk rakyat akan selalu dikenang. Saya berdoa, PAN makin sukses di seluruh NTT, menjadi mitra pemprov, pemerintah tingkat II, sahabat masyarakat, LSM, tokoh agama, dan kampus. Khusus untuk Pak Ahmad Yohan, teruslah memberi diri untuk urusan pangan, kelautan, dan perikanan. Mari kita bangun NTT bersama,” pungkasnya.
Di bawah terik matahari CFD Kupang, kata-kata Melki Laka Lena seakan menegaskan: politik sejati adalah belajar dari sang surya—memberi cahaya tanpa meminta balasan, menerangi jalan rakyat menuju masa depan.















