Berita UtamaKesehatanLensa Perbatasanwarta Kota

Sanitasi RSUD Manek Disorot, Privasi Pasien Terabaikan

90
×

Sanitasi RSUD Manek Disorot, Privasi Pasien Terabaikan

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA |BELUPOS.Com— Di ruang Flamboyan RSUD Mgr. Gabriel Manek, Atambua, kesembuhan seharusnya menjadi harapan yang paling dekat. Namun, bagi sejumlah pasien dan keluarga yang mendampingi, harapan itu harus berdampingan dengan persoalan sanitasi, pencahayaan, serta keterbatasan privasi.

Ruang perawatan tersebut disebut berada sangat dekat dengan area pembuangan limbah rumah sakit. Kondisi itu membuat bau menyengat kerap terasa di sekitar ruangan. Pasien dan keluarga pasien pun mempertanyakan kondisi lingkungan yang dinilai belum mencerminkan ruang perawatan yang nyaman dan steril.

Keluhan tidak berhenti pada persoalan bau. Tempat tidur bagi keluarga yang menjaga pasien disebut berada di area yang terbuka dengan pencahayaan yang minim. Ruang bagian belakang juga sempat berada dalam kondisi gelap.

Kami datang ke rumah sakit untuk mencari kesembuhan. Karena itu, lingkungan tempat pasien dirawat juga seharusnya memberikan rasa aman, nyaman, dan menjaga martabat pasien, bukan justru menambah kegelisahan,” ungkap keluarga pasien bernama Theodora kepada media, Rabu (26/8/2026).

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah penggabungan pasien perempuan dan laki-laki dalam ruang Flamboyan. Kondisi tersebut dinilai membuat batas privasi antar pasien menjadi terbatas. Kamar mandi juga disebut digunakan secara bersama-sama.

Bagi pasien yang sedang menjalani perawatan, privasi bukan sekadar persoalan kenyamanan. Ia merupakan bagian dari penghormatan terhadap martabat manusia ketika seseorang berada dalam kondisi paling rentan. Karena itu, pengelolaan ruang rawat, sanitasi, pencahayaan, hingga pemisahan ruang berdasarkan kebutuhan pasien menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan rumah sakit.

Keluhan tersebut mencuat setelah pemberitaan mengenai kondisi ruang Flamboyan dipublikasikan. Setelah berita itu terbit, sejumlah perubahan langsung terlihat. Lampu kamar mandi kemudian diganti dan lampu di ruangan bagian belakang dipasang.

Namun, keluarga pasien menyebut masih terdapat bagian lorong di depan ruangan yang belum memiliki penerangan.

Perubahan cepat tersebut tentu patut diapresiasi sebagai respons terhadap keluhan masyarakat. Namun, pembenahan fasilitas semestinya tidak berhenti setelah sorotan media muncul. Standar kebersihan, sanitasi, pencahayaan, keamanan, dan privasi pasien idealnya menjadi bagian dari evaluasi serta pemeliharaan rutin rumah sakit.

Sebab rumah sakit bukan sekadar bangunan yang berisi tempat tidur, obat, dan peralatan medis. Di dalamnya ada manusia yang sedang menggantungkan harapan pada kesembuhan.

Di ruang yang seharusnya menjadi tempat manusia memulihkan tubuh dan menenangkan hati, kebersihan adalah bentuk pelayanan, privasi adalah penghormatan, dan cahaya adalah simbol bahwa tidak ada pasien yang boleh merasa ditinggalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *