Berita UtamaEksisHukum & KriminalKesehatanLensa PerbatasanPariwisataPendidikanPolitikPolkamwarta Kota

Pemkab Belu Mengirim Solidaritas, Flores Menanti Uluran Tangan

125
×

Pemkab Belu Mengirim Solidaritas, Flores Menanti Uluran Tangan

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA |BELUPOS.Com— Di tengah kabar duka yang belum sepenuhnya reda dari Flores, tangan-tangan warga Belu bergerak mengumpulkan apa yang mereka punya. Beras, air mineral, selimut, susu, pampers hingga makanan bayi dikumpulkan di Lapangan Mako Polres Belu, Jumat (21/8/2026), sebagai tanda bahwa jarak tidak pernah cukup jauh untuk memisahkan rasa kemanusiaan.

Kepolisian Resor (Polres) Belu bersama Pemerintah Kabupaten Belu menggalang bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores. Bantuan itu dihimpun dari Polres Belu, jajaran Pemerintah Kabupaten Belu, aparatur sipil negara (ASN), hingga masyarakat.

Bukan sekadar tumpukan barang, bantuan tersebut membawa pesan sederhana: ketika sebuah daerah sedang berduka, daerah lain dapat menjadi tangan yang menguatkan.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Belu beserta jajaran, BPBD Kabupaten Belu, pemerintah daerah, ASN, dan masyarakat yang ikut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.

“Ini sumbangan dari Polres Belu, beberapa jenis barang, salah satunya pampers untuk bayi, selimut untuk ibu-ibu, serta kebutuhan sehari-hari termasuk makanan seperti mie instan. Semoga sumbangan ini bisa sampai ke tujuan dalam keadaan baik,” ujar Willybrodus Lay.

Di antara barang-barang yang dikumpulkan, ada kebutuhan yang mungkin terlihat sederhana, tetapi menjadi sangat berarti ketika bencana memutus akses terhadap kebutuhan dasar. Pampers untuk bayi, susu, bubur bayi, selimut dan air mineral adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang dalam situasi bencana berubah menjadi kebutuhan mendesak.

Karena itu, Bupati Belu mengajak masyarakat yang masih ingin berbagi agar menyalurkan bantuan melalui tempat pengumpulan yang telah disiapkan, yakni di Kantor Polres Belu dan Plaza Pelayanan Publik.

Solidaritas itu tidak hanya hadir dalam bentuk barang. Dukungan dalam bentuk dana juga mulai terkumpul dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan.

Dari jajaran ASN Kabupaten Belu, mulai dari PPPK Paruh Waktu, PPPK hingga ASN, telah terkumpul dana sebesar Rp250 juta. Pemerintah Kabupaten Belu melalui Kas Daerah juga akan memberikan bantuan sebesar Rp200 juta.

Dengan tambahan sumbangan masyarakat, total dana yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di Flores.

“Saya sebagai Bupati juga ikut menyumbang bersama seluruh ASN di Kabupaten Belu. Dari ASN telah terkumpul Rp250 juta, dan dari Kasda Kabupaten Belu akan membantu Rp200 juta. Saya melihat laporan dari Ibu Dokter Ansila, ada juga sumbangan-sumbangan dari masyarakat. Jadi totalnya mungkin kurang lebih Rp500 juta,” jelas Willybrodus Lay.

Dari Beras hingga Pampers

Pada hari pengumpulan bantuan, sejumlah kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari berhasil dihimpun.

Bantuan tersebut terdiri atas beras 1.430 kilogram, air mineral 203 dos, mi instan 234 dos, pakaian layak pakai 32 dos, obat nyamuk 1 dos, gula 2,5 kilogram, susu 13,5 dos, minyak goreng 3 dos @4 liter, ember 25 buah, minyak telon 2 pack, biskuit 4 dos, pampers 3 dos dan 4 pack, sarden 4 dos atau 32 kaleng, makanan ringan 1 dos, kain/selimut 30, bubur bayi 30 pack, makanan bayi 30 pcs, barang campur 24 pcs serta kopi sachet 4 dus dan 1 dus.

Setiap barang yang terkumpul menyimpan cerita tentang kepedulian. Ada yang datang dari institusi, ada yang berasal dari penghasilan para ASN, dan ada pula yang lahir dari kerelaan warga untuk menyisihkan sebagian miliknya bagi mereka yang sedang kehilangan banyak hal.

Ketika Belu Memilih Hadir

Dalam konteks kebencanaan, bantuan tidak berhenti pada nilai materialnya. Kecepatan distribusi, ketepatan sasaran, dan kesesuaian kebutuhan korban menjadi bagian penting agar solidaritas benar-benar berubah menjadi pertolongan. Karena itu, pengumpulan bantuan dari Belu menjadi berarti ketika seluruh dukungan tersebut dapat segera bergerak menuju wilayah terdampak dan menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

Bupati Belu berharap seluruh bantuan yang telah dikumpulkan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Belu, saya menyampaikan terima kasih kepada Polres Belu, BPBD Kabupaten Belu, seluruh jajaran pemerintah, ASN, dan seluruh masyarakat Kabupaten Belu yang telah memberikan bantuan. Mohon uluran dan bantuan untuk saudara-saudara kita di Flores. Kiranya Tuhan memberkati,” pungkasnya.

Penggalangan bantuan tersebut menjadi potret kecil tentang bagaimana sebuah daerah merespons penderitaan daerah lain. Belu tidak sedang menghapus luka Flores, tetapi memilih hadir di sisinya—dengan beras, selimut, makanan, dana, dan terutama rasa kemanusiaan.

Sebab dalam bencana, yang paling kuat bukan hanya bangunan yang bertahan, melainkan tangan-tangan yang tetap terulur ketika sesama sedang berjuang untuk bangkit.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *