Berita UtamaLensa PerbatasanPolitikPolkamwarta Kota

Lodi Lukas Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Atambua Selatan

2
×

Lodi Lukas Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Atambua Selatan

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA |BELUPOS.Com — Di tengah semangat konsolidasi politik yang mengalir dari empat kelurahan, Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, akhirnya menetapkan Lodivikus Manek Lukas sebagai ketua terpilih secara aklamasi, Jumat (23/10/2026).

Keputusan itu bukan hanya menandai berakhirnya sebuah musyawarah. Di balik kepercayaan yang diberikan kepadanya, terbentang pula tanggung jawab untuk merawat soliditas organisasi, mendekatkan partai kepada masyarakat, dan menghidupkan kembali kekuatan politik Golkar di wilayah yang menjadi bagian penting dari peta politik Kabupaten Belu.

Muscam tersebut diikuti peserta dari empat kelurahan, yakni Lidak, Manuaman, Rimbesi, dan Fatukbot. Sejumlah tokoh masyarakat se-Kecamatan Atambua Selatan turut menyaksikan jalannya agenda konsolidasi organisasi tersebut.

Suasana musyawarah menjadi ruang pertemuan antara mandat organisasi dan harapan masyarakat. Sebab, bagi sebuah partai politik, kepemimpinan di tingkat kecamatan bukan semata-mata urusan struktur dan jabatan, melainkan juga tentang bagaimana kehadiran partai dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari warga.

Merawat kepercayaan, menghidupkan semangat beringin

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Belu, Agustinus Nahak, dalam sambutannya saat mengukuhkan pengurus, menegaskan bahwa Golkar merupakan partai rakyat yang harus terus menjaga kedekatannya dengan masyarakat.

Lambang pohon beringin, yang selama ini melekat pada identitas Partai Golkar, menurutnya, harus diikuti dengan kerja nyata dan kehadiran organisasi yang konsisten di tengah publik.

“Partai Golkar adalah partai rakyat. Karena itu, semangatnya harus terus digelorakan agar partai ini tetap mendapatkan kepercayaan publik,” demikian pesan Agustinus Nahak dalam sambutannya.

Baginya, kepercayaan masyarakat tidak cukup dipelihara melalui kegiatan seremonial atau momentum politik tertentu. Pengurus harus menunjukkan eksistensi organisasi secara berkelanjutan, hadir ketika masyarakat membutuhkan perhatian, serta menjaga hubungan yang dekat dengan warga.

“Pengurus harus menunjukkan eksistensinya dalam setiap momentum agar Partai Golkar tetap lekat di hati masyarakat,” tegasnya.

Pesan itu menjadi penekanan bahwa kekuatan partai tidak hanya diukur dari keberadaan pengurus di atas kertas. Lebih dari itu, kekuatan tersebut ditentukan oleh kemampuan organisasi menerjemahkan amanat politik menjadi kerja yang nyata, terarah, dan menyentuh kepentingan rakyat.

Menghidupkan kembali representasi politik

Di tengah konsolidasi tersebut, Agustinus Nahak juga menyampaikan harapan agar kepengurusan Golkar Kecamatan Atambua Selatan mampu memperjuangkan keterwakilan partai di lembaga legislatif.

Ia secara khusus menyoroti daerah pemilihan (dapil) satu yang meliputi Kecamatan Kota Atambua dan Kecamatan Atambua Selatan. Menurutnya, wilayah tersebut perlu menjadi perhatian serius karena pada periode yang dimaksud, Partai Golkar tidak memiliki anggota dewan dari dapil tersebut.

“Pengurus harus memperjuangkan agar Dapil Satu, yakni Kecamatan Kota Atambua dan Atambua Selatan, memiliki anggota dewan dari Partai Golkar. Tahun ini, tidak ada anggota dewan dari Golkar di dapil tersebut,” demikian penekanan Agustinus Nahak.

Pernyataan itu sekaligus menempatkan kepengurusan baru di hadapan pekerjaan politik yang konkret. Konsolidasi internal perlu berjalan seiring dengan penguatan komunikasi bersama masyarakat, pemetaan aspirasi warga, serta persiapan kader yang mampu memperoleh kepercayaan pemilih.

Sebab, keterwakilan di parlemen tidak lahir hanya dari besarnya harapan organisasi. Ia membutuhkan kerja panjang, kedekatan dengan konstituen, serta kemampuan menghadirkan gagasan dan solusi atas persoalan masyarakat.

Mandat baru, tanggung jawab yang menanti

Bagi Lodi Lukas, terpilih secara aklamasi merupakan amanat yang harus dijawab melalui kerja organisasi. Kepercayaan yang diterimanya menjadi titik awal untuk menggerakkan pengurus dan menjaga agar semangat Partai Golkar tetap hidup di Kecamatan Atambua Selatan.

Dalam sambutannya, Lodi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyatakan kesiapannya mengemban amanat tersebut sekaligus melanjutkan perjuangan organisasi untuk menjaga eksistensi partai.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Amanat ini akan saya emban dengan penuh tanggung jawab. Kita akan terus menggelorakan semangat panji-panji Partai Golkar agar Golkar selalu terdepan,” ujar Lodi Lukas.

Pernyataan itu menjadi penegasan awal tentang arah kepemimpinannya. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai setelah forum musyawarah ditutup dan kepengurusan mulai menjalankan tugasnya.

Soliditas internal perlu dijaga. Hubungan dengan masyarakat harus diperkuat. Dan harapan untuk menghadirkan kembali wakil Golkar dari Dapil Satu membutuhkan strategi politik yang terukur, bukan hanya semangat yang berkobar dalam forum organisasi.

Di empat kelurahan yang menjadi bagian dari wilayah konsolidasi tersebut, pekerjaan itu akan menemukan ukuran nyatanya: sejauh mana pengurus mampu menjadikan partai sebagai ruang aspirasi dan memperjuangkan kepentingan warga.

Dari musyawarah menuju kerja nyata

Terpilihnya Lodi Lukas secara aklamasi menandai satu babak baru bagi Partai Golkar Kecamatan Atambua Selatan. Muscam telah memberikan mandat kepemimpinan, sementara pesan Ketua DPD Golkar Kabupaten Belu telah meletakkan harapan mengenai arah perjuangan organisasi.

Kini, tantangannya adalah memastikan bahwa semangat yang terdengar dalam musyawarah tidak berhenti sebagai gema sambutan. Ia harus tumbuh menjadi kerja yang terorganisasi, komunikasi yang terbuka, dan kehadiran yang dapat dirasakan masyarakat.

Sebab, di dalam politik, kepercayaan tidak pernah menjadi hadiah yang berlaku selamanya. Ia harus dirawat, diperjuangkan, dan dibuktikan kembali melalui tindakan.

Bagi Lodi Lukas dan jajaran pengurus Golkar Atambua Selatan, perjalanan itu baru saja dimulai. Panji-panji partai telah dikibarkan melalui sebuah mandat organisasi; selanjutnya, masyarakatlah yang akan menilai seberapa jauh semangat tersebut menjelma menjadi pengabdian.

BELU POS — Tapal Batas NKRI, Menyuarakan Suara Rakyat dari Perbatasan untuk Dunia.

Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *