ATAMBUA |BELUPOS.COM| – Malam di Desa Bauho, Kecamatan Tasifeto Timur, Rabu (11/8/2026), tidak hanya menjadi awal sebuah perjalanan panjang. Dari desa di wilayah perbatasan itu, 578 peserta yang tergabung dalam 34 tim dilepas untuk menempuh 45 kilometer dalam Gerak Jalan Kemerdekaan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Belu.
Pelepasan dilakukan Bupati Belu Willybrodus Lay, S.H. Para peserta bergerak menuju garis finis di Pelataran Plaza Pelayanan Publik dan dijadwalkan tiba pada Kamis pagi.
Puluhan kilometer perjalanan tersebut menjadi bagian dari kemeriahan kemerdekaan sekaligus ruang untuk merawat semangat perjuangan, kebersamaan, sportivitas dan nasionalisme masyarakat Kabupaten Belu.
Dari titik start di Bauho, langkah demi langkah peserta membawa pesan sederhana bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dikenang. Semangatnya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bupati Belu mengapresiasi seluruh peserta dan pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, gerak jalan 45 kilometer bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan simbol kebersamaan masyarakat Belu dalam merayakan kemerdekaan.
“45 kilometer bukan sekadar jarak, tetapi simbol semangat perjuangan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara. Mari kita gelorakan semangat kemerdekaan dari tapal batas NKRI,” ujar Willybrodus.
Pesan tersebut menemukan maknanya di Belu, daerah yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste. Di wilayah perbatasan, semangat kebangsaan tidak hanya hadir dalam seremoni, tetapi juga melalui kehidupan masyarakat yang setiap hari berada di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena itu, perjalanan 45 kilometer menjadi simbol bahwa menjaga Indonesia tidak selalu dilakukan dengan langkah besar. Kadang, ia dimulai dari kesediaan berjalan bersama, saling memberi semangat dan tiba di tujuan dalam kebersamaan.
Tahun Depan Ingin Lebih Meriah
Bupati Belu juga mengungkapkan rencana pelaksanaan Gerak Jalan 45 Kilometer pada tahun depan.
Jika tahun ini peserta dilepas malam hari, pemerintah daerah berencana memajukan waktu start menjadi sekitar pukul 16.00 atau 17.00, sehingga masyarakat dapat menyaksikan langsung iring-iringan peserta.
“Saya ingin kemeriahan semarak kemerdekaan ini dirasakan oleh seluruh masyarakat,” katanya.
Rencana tersebut sekaligus menunjukkan keinginan pemerintah daerah agar perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi agenda peserta, tetapi menjadi perayaan bersama yang dapat dinikmati masyarakat sepanjang jalur yang dilalui.
Dari Gerak Jalan ke Peluang Jepang
Di tengah semangat kemerdekaan itu, Willybrodus juga menyampaikan kabar mengenai peluang kerja bagi generasi muda Belu.
Setelah 17 Agustus, Pemerintah Kabupaten Belu kembali akan membuka pendaftaran gelombang kedua peluang bekerja di Jepang. Kesempatan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat dengan kualifikasi pendidikan minimal SMA/SMK.
“Setelah 17 Agustus ini kita akan buka lagi pendaftaran dan seleksi dengan kualifikasi pendidikan minimal SMA/SMK. Jika tertarik, silakan menyiapkan diri secara baik, terutama bahasa Inggris,” ungkapnya.
Peluang tersebut menjadi pesan bahwa semangat kemerdekaan juga harus diterjemahkan menjadi kemampuan generasi muda untuk berdiri mandiri dan mengambil kesempatan di tengah persaingan global.
Bagi Belu, wilayah perbatasan tidak seharusnya menjadi batas bagi masa depan. Justru dari daerah terdepan Indonesia, anak-anak muda harus dipersiapkan agar mampu melangkah lebih jauh, termasuk menuju dunia kerja internasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Belu, Forkopimda, Pj Sekda Belu, perwakilan Unhan, Dansatgas Pamtas RI-RDTL, Asisten II Sekda Belu, pimpinan perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal serta undangan lainnya.
Malam itu, 578 peserta meninggalkan Bauho dengan jarak 45 kilometer di hadapan mereka. Namun yang mereka bawa bukan sekadar perlombaan.
Mereka membawa semangat sebuah daerah perbatasan yang terus mengingatkan bahwa Indonesia harus dirayakan dari seluruh penjuru negeri—termasuk dari setiap langkah yang bergerak dari tapal batas menuju masa depan.













