banner 728x250

Harmoni Guru Menggema di Perbatasan Timor Leste Tasifeto Timur Juara, Panggung PGRI Belu Jadi Ruang Literasi Seni

ATAMBUA |BELUPOS.Com— Dari aula Betelalenok, Jumat (30/04/2026), suara-suara itu tidak sekadar terdengar—mereka menyatu, bergetar, dan menjelma pesan yang lebih dalam tentang pendidikan.

Lomba paduan suara vokal group yang digelar PGRI Kabupaten Belu berlangsung sederhana, namun menyimpan kemeriahan yang bermakna: sebuah panggung pencerdasan yang lahir dari harmoni para guru.

Sebanyak 11 tim dari 12 cabang kecamatan tampil dalam ajang ini, dengan Kecamatan Kakuluk Mesak tercatat absen. Meski demikian, semangat para peserta tetap mengalir kuat, menghadirkan penampilan yang memukau di hadapan dewan juri dan penonton.

Ketua PGRI Kabupaten Belu, Yanuarius Antonius Wadan Talok,S.Pd menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi dan kualitas penampilan.

╔══════════════════════════════════════╗
🌸 “Kami mengucapkan terima kasih kepada 11 tim yang tampil memukau. Dewan juri menilai peserta memiliki power luar biasa, tinggal penguatan pada mutu suara, teknik vokal, dan penataan panggung.” 🌸
╚══════════════════════════════════════╝

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi ruang pembelajaran yang memperkuat kualitas seni para guru sekaligus menjadi bekal untuk ditransfer kepada peserta didik di sekolah.

Kepada para pemenang, PGRI menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar soliditas dan semangat tetap terjaga. Sementara bagi yang belum meraih juara, diminta untuk terus berlatih dan memperbaiki kualitas penampilan sesuai kaidah paduan suara yang baik.

╔══════════════════════════════════════╗
🌸 “Kepada tim yang belum juara, tetap kompak dan bersemangat. Ini bukan akhir, tetapi proses untuk menjadi lebih baik.” 🌸
╚══════════════════════════════════════╝

Lebih jauh, Yanuarius menegaskan pentingnya literasi seni sebagai bagian dari proses pendidikan. Menurutnya, kemampuan bernyanyi, baik solo, vokal grup, maupun paduan suara, dapat menjadi sarana efektif dalam membangun ekspresi dan karakter siswa sejak dini.

╔══════════════════════════════════════╗
🌸 “Jika guru melatih murid bernyanyi dengan baik, maka sesungguhnya telah mendukung literasi seni di sekolah.” 🌸
╚══════════════════════════════════════╝

Panitia dan pengurus PGRI Kabupaten Belu juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, di antaranya Bupati Belu, DPRD Kabupaten Belu, Kakan Kemenag, Plt. Kadis PKO, pimpinan Bank NTT Cabang Belu, pimpinan BPJS Belu, para donatur, serta anggota DPRD Kabupaten dan Provinsi NTT.

Dalam perlombaan tersebut, dewan juri menetapkan para pemenang sebagai berikut:
Juara I Kecamatan Tasifeto Timur, Juara II Kecamatan Kota Atambua, Juara III Kecamatan Tasifeto Barat, Juara IV Kecamatan Lamaknen, Juara V Kecamatan Raihat, dan Juara VI Kecamatan Lamaknen Selatan.

Analisis Kontekstual
Lomba paduan suara PGRI Belu menjadi lebih dari sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang strategis dalam membangun literasi seni di lingkungan pendidikan. Ketika guru aktif dalam praktik seni, mereka tidak hanya memperkaya diri, tetapi juga membawa metode kreatif ke dalam pembelajaran di kelas. Ini menjadi langkah penting dalam menciptakan pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga menyentuh aspek ekspresi dan budaya.

Di balik setiap nada yang dilantunkan, tersimpan harapan yang sederhana namun kuat: bahwa dari suara guru, akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu merasakan, mengekspresikan, dan memaknai dunia dengan lebih indah.

banner 325x300
Penulis: L24Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *