banner 728x250

Air Mata Haru, Kasih Abadi: Pangdam XVIII/Kasuari dan Persit Jalin Cinta dengan Veteran & Warakawuri

MANOKWARI [BELUPOS.COM] – Suara Rakyat dari Perbatasan untuk Nusantara.
Langit Manokwari siang itu seperti menundukkan wajahnya. Di tengah peringatan HUT ke-80 TNI, sebuah anjangsana berubah menjadi ruang doa dan air mata. Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, Pangdam XVIII/Kasuari, bersama sang pendamping hati, Ny. Mevi Christian K. Tehuteru, Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari, hadir bukan hanya membawa bingkisan, melainkan kasih yang tulus untuk para Veteran dan Warakawuri.

Sembilan Veteran dan sebelas Warakawuri menerima kunjungan itu. Nama-nama mereka, dari Niko Apalem hingga Apolos Wutoy, dari Ny. Dwi Said hingga Ny. Baransano, terucap seperti doa—nama-nama yang menyimpan kisah panjang pengorbanan, keberanian, dan ketabahan.

“Keberadaan para Veteran dan Warakawuri adalah sumber inspirasi bagi kami semua. Tanpa pengorbanan mereka, tidak akan ada TNI yang kuat hari ini. Kami datang bukan sekadar memberi tali asih, tetapi menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga,” ucap Pangdam Christian K. Tehuteru dengan suara bergetar, menyalami satu per satu tangan yang pernah menggemetar di medan perjuangan.

Di ruang sederhana itu, senyum dan tangis bercampur. Ada rasa bahagia karena masih diingat, ada haru karena pengabdian mereka masih dihormati.

Bapak Niko Apalem, Ketua LVRI Manokwari, menyampaikan ungkapan hati yang sulit dibendung.

“Kami bersyukur dan berterima kasih, karena ternyata kami masih diperhatikan oleh Kodam XVIII/Kasuari. Semoga TNI semakin solid, kuat, dan kompak melanjutkan perjuangan kami, serta selalu jaya membangun negeri ini,” ungkapnya, menatap Pangdam dengan mata berkaca-kaca.

Tak hanya Pangdam dan Ketua Persit, para pejabat utama Kodam XVIII/Kasuari juga menyebar ke berbagai titik, menghadirkan semangat yang sama: bahwa kasih sayang tidak boleh berhenti di satu rumah saja.

Maka hari itu, Manokwari tak hanya merayakan ulang tahun TNI. Ia merayakan cinta yang diwariskan dari generasi ke generasi. Cinta yang lahir dari darah, tangis, dan doa para pejuang—yang kini disambut dengan genggaman hangat prajurit masa kini.

Bagi Veteran dan Warakawuri, kunjungan ini adalah pelukan yang meneguhkan: bahwa pengorbanan mereka tidak pernah hilang ditelan waktu. Bagi TNI, ini adalah pengingat: bahwa setiap langkah hari ini berakar pada pengabdian yang abadi.

Anjangsana sederhana itu pun menjadi puisi. Sebuah puisi tentang kesetiaan, kasih, dan pengabdian tanpa akhir—warisan abadi bagi bangsa dan tanah air.


 

banner 325x300
Penulis: Redaksi BeluposEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *