banner 728x250

Presiden Prabowo Pulang Membawa Harum Diplomasi Nusantara

 

JAKARTA |BELUPOS.Com)– Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya menembus langit ibu kota. Tepat pukul 15.30 WIB, Sabtu (27/09/2025), burung besi itu mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, menutup perjalanan panjang sang Kepala Negara melintasi empat negara mitra strategis.

Lawatan yang ditempuh Presiden Prabowo bukan sekadar perjalanan diplomasi biasa.

Ia menjelma menjadi serangkaian langkah sejarah, mengikatkan kembali benang-benang persahabatan dunia dengan Nusantara.

“Alhamdulillah, lawatan ini produktif, membawa capaian penting untuk bangsa kita. Indonesia hadir dengan percaya diri di panggung dunia,” ujar Presiden Prabowo, penuh syukur dan optimisme.

Jepang: Menyemai Asa di Expo Osaka

Jepang menjadi persinggahan pertama. Di sana, Prabowo menjejakkan kaki di Paviliun Indonesia pada Expo Osaka 2025. Dari panggung ekonomi kreatif itu, terpatri komitmen investasi senilai USD23,8 miliar atau sekitar Rp380 triliun, bukti kepercayaan dunia pada kekuatan Indonesia.

Amerika Serikat: Suara Indonesia di Sidang Umum PBB

Dari Osaka, Presiden menuju Amerika Serikat. Dalam Sidang Umum PBB, ia berbicara di hadapan 193 negara anggota. Pidatonya, lugas dan menyejukkan, mendapatkan tepuk tangan serta apresiasi para pemimpin dunia.

Tak hanya itu, pertemuan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino pun membuka jalan bagi pengembangan akademi sepak bola muda Indonesia. Sebuah janji masa depan bagi anak-anak negeri di lapangan hijau.

Kanada: Menandatangani Sejarah Baru

Singgah di Kanada, Presiden Prabowo disambut Gubernur Jenderal Mary Simon dan bertemu Perdana Menteri Mark Carney. Dalam pertemuan bersejarah itu, ditandatangani Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA), membuka babak baru kerja sama ekonomi yang lebih erat.

Belanda: Mengembalikan Warisan Nusantara

Belanda menjadi titik akhir perjalanan. Di Istana Huis ten Bosch, Prabowo diterima Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima. Pertemuan penuh kehormatan itu meneguhkan persahabatan dua bangsa, sekaligus menandai langkah besar: Belanda resmi mengembalikan 30 ribu artefak bersejarah, fosil, dan dokumen milik Indonesia. Sebuah kepulangan warisan, yang menyalakan kembali nyala sejarah bangsa.

“Setiap kunjungan adalah amanah, setiap capaian adalah milik rakyat Indonesia,” tutur Prabowo, dengan mata yang menatap jauh ke depan.

Lawatan itu pun selesai, namun jejaknya abadi. Presiden Prabowo kembali ke Tanah Air dengan pelukan diplomasi yang kian erat, membawa harum nama Indonesia di mata dunia.


Belu Pos – Suara Rakyat dari Perbatasan untuk Negeri


 

banner 325x300
Penulis: AsrtybobeEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *