Berita UtamaKesehatanLensa PerbatasanPendidikanPolkamwarta Kota

149 Mahasiswa Siap Mengabdi di Puskesmas TTU

188
×

149 Mahasiswa Siap Mengabdi di Puskesmas TTU

Sebarkan artikel ini

KEFAMENANU | BELUPOS.Com — Pagi itu, halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menjadi titik awal perjalanan 149 mahasiswa menuju ruang belajar yang sesungguhnya: masyarakat.

Mereka datang bukan sekadar membawa buku dan pengetahuan dari ruang kuliah. Selama dua bulan ke depan, mahasiswa STIKes Nusantara akan berhadapan langsung dengan denyut pelayanan kesehatan masyarakat melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) di 24 puskesmas di Kabupaten TTU.

Penerimaan 149 mahasiswa tersebut dilakukan Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo di halaman Kantor Dinas Kesehatan TTU, Senin (10/8/2026).

Sebanyak 149 mahasiswa itu terdiri atas mahasiswa D3 Kebidanan, S1 Keperawatan, dan S1 Gizi. Mereka akan ditempatkan di 24 dari 26 puskesmas yang tersebar di Kabupaten TTU.

Dua bulan berada di tengah masyarakat menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk menguji pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku pendidikan. Di puskesmas, teori akan bertemu dengan kenyataan; pengetahuan akan berhadapan dengan kebutuhan manusia yang sesungguhnya.

Bupati Yosep meminta para mahasiswa tidak memandang PKL semata sebagai kewajiban akademik. Menurutnya, masa praktik tersebut harus dimanfaatkan untuk membentuk pribadi yang lebih siap menghadapi dunia kerja.

“Manfaatkan PKL ini untuk membangun disiplin, mental, karakter, dan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja,” pesan Bupati Yosep kepada para mahasiswa.

Pesan itu menempatkan PKL sebagai lebih dari sekadar perjalanan akademik. Dua bulan di lapangan menjadi ruang untuk belajar bertanggung jawab, beradaptasi dengan lingkungan kerja, sekaligus memahami bagaimana pengetahuan kesehatan diterapkan ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.

Bupati juga meminta seluruh mahasiswa menjalankan praktik dengan sungguh-sungguh. Sebab, keberadaan mereka di 24 puskesmas bukan hanya membawa nama institusi pendidikan, tetapi juga menyangkut kepercayaan pemerintah daerah dan harapan keluarga.

Ia berharap para mahasiswa menjalani setiap tahapan PKL dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari proses mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.

“Jalankan PKL ini dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk tanggung jawab kepada institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan keluarga,” harapnya.

Ketika Kampus Bertemu Kehidupan

Penempatan mahasiswa di 24 puskesmas memberikan dimensi penting bagi proses pendidikan tenaga kesehatan. Di wilayah pelayanan kesehatan, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai profesinya, tetapi juga berhadapan dengan karakter masyarakat, kebutuhan pelayanan, serta dinamika kerja yang tidak selalu ditemukan di ruang kuliah.

Dalam konteks pembangunan kesehatan daerah, pengalaman lapangan semacam ini menjadi bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga disiplin, karakter, mental, dan kemampuan beradaptasi. Puskesmas akhirnya bukan sekadar lokasi praktik, melainkan ruang pendidikan yang mempertemukan ilmu dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Bagi 149 mahasiswa tersebut, dua bulan ke depan adalah perjalanan untuk belajar dari kehidupan yang sesungguhnya. Ada masyarakat yang akan ditemui, ada pengalaman yang akan dibawa pulang, dan ada tanggung jawab yang perlahan akan membentuk mereka menjadi tenaga kesehatan yang lebih matang.

Dari halaman Kantor Dinas Kesehatan TTU, langkah itu dimulai.

Sebab, pendidikan yang paling bermakna bukan hanya ketika ilmu dipelajari, tetapi ketika ilmu itu menemukan jalannya untuk memberi manfaat bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *