Berita UtamaHukum & Kriminalwarta Kota

Tiga Hari Hilang Glorya Ditemukan Tak Bernyawa

41
×

Tiga Hari Hilang Glorya Ditemukan Tak Bernyawa

Sebarkan artikel ini

KEFAMENANU | BELUPOS.COM – Pencarian selama tiga hari yang dipenuhi harapan akhirnya berujung duka. Glorya Taek (72), seorang pensiunan aparatur sipil negara (ASN), ditemukan meninggal dunia di Kilometer 9, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Rabu (5/8/2026) pagi.

Kesunyian kawasan itu awalnya hanya dipecahkan oleh kokok seekor ayam betina. Suara itulah yang mengundang perhatian Dionisius Ulan (37) untuk mendatangi lokasi. Saat matanya mengikuti seekor burung elang yang bertengger di atas pohon jati, pandangannya justru tertumbuk pada sosok pria yang tergeletak dalam posisi tengkurap.

Menyadari ada sesuatu yang tidak biasa, Dionisius segera kembali ke rumah dan menghubungi Call Center 110 Polres TTU. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Identifikasi Polres TTU yang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pemeriksaan awal menemukan luka gores pada bagian dahi korban. Di sekitar jasad juga ditemukan sisa gorengan, sambal, sebotol air mineral, serta barang-barang pribadi berupa uang tunai, buku tabungan bank, telepon seluler, rokok, pemantik api, kartu tanda penduduk (KTP), dan dompet yang masih utuh. Polisi juga menemukan seutas tali nilon berwarna kuning yang terikat pada pohon jati kecil di dekat lokasi penemuan jasad.

“Seluruh temuan di lokasi didokumentasikan sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk memastikan kronologi peristiwa secara utuh.”

Berdasarkan keterangan istri korban, Adelina Oktorina Taek, suaminya meninggalkan rumah sejak Senin (3/8/2026) setelah mengambil jaket tanpa memberi tahu tujuan kepergiannya.

Karena hingga malam korban belum juga pulang, keluarga segera melakukan pencarian. Anak-anak, cucu, dan kerabat di Kefamenanu, Kupang hingga Tublopo ikut dihubungi dengan harapan memperoleh informasi mengenai keberadaan korban. Namun seluruh upaya itu belum membuahkan hasil.

Harapan keluarga akhirnya sirna ketika pada Rabu pagi mereka menerima kabar bahwa Glorya Taek telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan dievakuasi ke RSUD Kefamenanu untuk keperluan pemeriksaan.

“Penantian yang semula dipenuhi harapan berubah menjadi duka ketika kabar penemuan korban sampai kepada keluarga.”

Hasil koordinasi penyidik dengan pihak keluarga menyebutkan bahwa keluarga menolak tindakan visum luar maupun autopsi. Mereka juga menolak proses hukum lebih lanjut dan menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap laporan orang hilang memerlukan respons cepat dari keluarga, masyarakat, dan aparat agar peluang menemukan korban dalam kondisi selamat semakin besar. Di sisi lain, penanganan profesional oleh aparat tetap menjadi bagian penting untuk menghadirkan kepastian atas setiap peristiwa yang terjadi.

Pada akhirnya, pencarian yang berlangsung selama tiga hari itu memang telah usai. Namun bagi keluarga, kepergian Glorya Taek meninggalkan ruang hening yang akan terus hidup dalam kenangan, sementara doa menjadi bahasa paling tulus untuk mengantar seseorang menuju keabadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *