Berita UtamaKesehatanLensa Perbatasanwarta Kota

Gibran Menembus Tenda, Menyapa Ibu Melahirkan

88
×

Gibran Menembus Tenda, Menyapa Ibu Melahirkan

Sebarkan artikel ini

MAUMERE |BELUPOS.Com— Di tengah sisa-sisa kepanikan pascagempa yang belum sepenuhnya reda, kehidupan terus mencari ruang untuk bertahan. Di halaman RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Kamis (20/8/2026), sejumlah ibu baru melahirkan harus menjalani perawatan di ruang darurat yang berdiri di bawah tenda.

Di tempat yang sederhana itu, tangis bayi berkelindan dengan kesibukan tenaga medis. Keterbatasan fasilitas menjadi bagian dari keseharian pasien setelah gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming datang meninjau langsung kondisi tersebut. Ia menyambangi ruang perawatan darurat di halaman rumah sakit dan berdialog dengan sejumlah ibu yang baru melahirkan.

Gibran juga melihat kondisi bayi-bayi yang masih mendapatkan perawatan. Di tengah keterbatasan fasilitas, perhatian terhadap kelompok rentan menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana.

Saat berada di dalam tenda perawatan, Gibran melihat cahaya matahari masuk melalui bagian penutup tenda. Ia kemudian meminta pihak rumah sakit memperbaiki bagian tersebut agar pasien tetap mendapatkan perlindungan dan kenyamanan selama menjalani perawatan.

“Kondisi darurat tidak boleh membuat kebutuhan pasien terabaikan. Setiap detail yang menyangkut kenyamanan dan keselamatan harus tetap diperhatikan,” demikian pesan yang tercermin dari perhatian Gibran saat meninjau fasilitas perawatan darurat tersebut.

Ia juga memastikan kebutuhan para pasien terus diperhatikan selama proses pemulihan berlangsung.

Kunjungan itu tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, Gibran turut meninjau lokasi pengungsian serta sejumlah fasilitas yang terdampak gempa di Maumere. Rangkaian peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung kondisi masyarakat dan fasilitas pelayanan publik setelah bencana.

Di Antara Gempa dan Kehidupan yang Berlanjut

Bencana selalu meninggalkan pekerjaan panjang setelah suara guncangan berhenti. Rumah yang rusak harus diperbaiki, fasilitas pelayanan harus dipulihkan, sementara kehidupan manusia tidak pernah benar-benar bisa menunggu.

Di rumah sakit, keadaan itu terasa lebih nyata. Bayi yang baru lahir tetap membutuhkan kehangatan. Ibu yang baru menjalani persalinan tetap membutuhkan rasa aman. Tenaga medis tetap harus bekerja meski fasilitas belum sepenuhnya kembali seperti sediakala.

Karena itu, perhatian terhadap ruang-ruang perawatan darurat bukan sekadar persoalan fasilitas fisik. Ia merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa kelompok paling rentan tetap memperoleh perlindungan di tengah situasi bencana.

Data BNPB hingga Rabu (19/8) pukul 20.00 WIB mencatat gempa di wilayah NTT menyebabkan 71 orang meninggal dunia dan 59.647 orang mengungsi.

Angka itu bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka terdapat keluarga, rumah, ingatan dan kehidupan yang sedang berusaha disusun kembali.

Di Maumere, sementara tanah masih menyimpan jejak guncangan, seorang bayi tetap memulai kehidupannya. Seorang ibu tetap memeluk buah hatinya. Dan di bawah tenda perawatan, harapan menemukan bentuknya yang paling sederhana: sebuah kehidupan yang harus dijaga, bahkan ketika keadaan belum sepenuhnya pulih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *